Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Doctors Inspiration Class MI Muhimma Tumbuhkan Mimpi dan Motivasi Belajar

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Doctors Inspiration Class MI Muhimma Tumbuhkan Mimpi dan Motivasi Belajar
Siswa-siswi kelas I-III MI Muhammadiyah Kota Madiun (MI Muhimma) saat mengikuti program Doctors Inspiration Class bersama dr Nur Indah Permatasari, Senin (26/10/2026). Foto: Lilik Mustofiyah.
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Bagaimana membuat pelajaran terasa dekat dengan kehidupan? Salah satu jawabannya adalah menghadirkan pengalaman nyata ke ruang kelas.

Inilah yang dilakukan MI Muhammadiyah Kota Madiun (MI Muhimma) melalui program Doctors Inspiration Class, Senin (26/10/2026).

Program ini menghadirkan dokter sebagai narasumber sekaligus sumber inspirasi agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga termotivasi untuk belajar, mengenali potensi diri, dan berani merancang masa depan.

Bertempat di MI Muhimma, Jalan Semeru No. 4, Kota Madiun, kegiatan ini menghadirkan dr Nur Indah Permatasari, dokter umum, dan drg Rr Nektara Dianastri, dokter gigi, dari RSI Siti Aisyah Kota Madiun.

Melalui dialog, cerita pengalaman, dan pengenalan profesi, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi yang menjalani bidang tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini menjadi contoh pembelajaran kontekstual yang membawa materi sekolah lebih dekat dengan realitas. Siswa tidak sekadar mengetahui nama profesi dan tugas dokter, tetapi juga memahami nilai kerja keras, tanggung jawab, kepedulian, serta proses panjang yang diperlukan untuk meraih cita-cita.

Ketika Ruang Kelas Menjadi Ruang Inspirasi

Bagi siswa kelas I–III, sesi bersama dr. Nur Indah Permatasari menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan.

Siswa mengenal tugas dokter dalam menjaga dan memulihkan kesehatan masyarakat, serta memahami bahwa pengabdian seorang dokter tidak terbatas pada ruang praktik atau rumah sakit.

dr Nur Indah Permatasari membagikan pengalamannya saat membantu korban bencana alam, termasuk banjir, serta memberikan pengobatan dan edukasi kesehatan kepada anak-anak di panti asuhan.

Kisah ini memperlihatkan bahwa ilmu kedokteran memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Siswa pun mendapat kesempatan untuk berinteraksi secara langsung. Rasa ingin tahu mereka muncul melalui berbagai pertanyaan.

Hafi’, misalnya, bertanya apakah tulang yang patah dapat sembuh dengan sendirinya. Pertanyaan tersebut menjadi gambaran bahwa pertemuan langsung dengan narasumber mampu mendorong siswa untuk berpikir, bertanya, dan menghubungkan informasi baru dengan kehidupan sehari-hari.

Beberapa siswa juga menyampaikan cita-cita mereka. Suasana ini membuat pembelajaran terasa lebih hidup karena anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat dalam proses belajar.

dr Nur Indah Permatasari memberikan pesan kepada para siswa agar senantiasa bersemangat dalam belajar.

“Anak-anak harus rajin belajar, tidak malas, karena jika malas cita-cita anak-anak tidak bisa tercapai. Dan belajar itu asyik” pesannya.

Pesan ini menanamkan pemahaman bahwa belajar bukan sekadar kewajiban sekolah, melainkan jalan untuk membuka kesempatan dan mempersiapkan masa depan.

Mengenal Profesi, Memahami Proses, Menumbuhkan Ketekunan

Sementara itu, siswa kelas IV–VI mengikuti sesi bersama drg Rr Nektara Dianastri. Pada sesi ini, siswa diajak mengenal lebih jauh dunia kedokteran, termasuk perbedaan peran dokter umum, dokter gigi, dan dokter hewan.

Pembelajaran juga memperkenalkan perjalanan pendidikan dokter gigi. Siswa memperoleh gambaran tentang pendidikan akademik, pendidikan profesi, serta pendidikan lanjutan bagi dokter gigi yang ingin mengambil spesialisasi.

Penjelasan tersebut membantu siswa memahami bahwa sebuah profesi dibangun melalui tahapan pendidikan, latihan, dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar informasi tentang lama pendidikan, materi ini membawa pesan bahwa setiap tujuan memerlukan proses.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Keberhasilan tidak hadir secara instan. Seseorang perlu tekun belajar, disiplin, berani mencoba, dan bersedia memperbaiki diri ketika menghadapi kesulitan.

Siswa juga diajak memahami pentingnya karakter dalam profesi kesehatan. Kejujuran, kepedulian, kesabaran, kerendahan hati, dan tanggung jawab menjadi nilai yang perlu dimiliki seorang dokter ketika memberikan pelayanan kepada pasien.

“Profesi dokter tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter yang baik, jujur, peduli kepada pasien, disiplin menjalankan tugas, sabar, dan rendah hati dalam memberikan pelayanan” jelas drg Rr Nektara Dianastri.

Pesan tersebut relevan bagi kehidupan siswa di sekolah. Ketekunan dapat diwujudkan dengan menyelesaikan tugas, kejujuran melalui sikap tidak menyontek, kedisiplinan dengan menaati aturan, dan kepedulian melalui kebiasaan membantu teman.

Dengan demikian, cita-cita tidak hanya menjadi gambaran tentang pekerjaan pada masa depan, tetapi juga menjadi motivasi untuk membangun kebiasaan baik sejak sekarang.

Pembelajaran Kontekstual yang Menggerakkan Motivasi

Doctors Inspiration Class menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna dapat tumbuh ketika siswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia nyata.

Kehadiran praktisi membuat materi lebih konkret, membuka ruang dialog, dan membantu anak melihat hubungan antara pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kehidupan masyarakat.

Melalui pengalaman ini, siswa belajar dalam beberapa cara sekaligus. Mereka memperoleh pengetahuan tentang profesi kesehatan, mengembangkan rasa ingin tahu melalui pertanyaan, belajar dari pengalaman narasumber, dan merefleksikan langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai cita-cita.

Kegiatan ini juga memperluas pemahaman siswa bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik.

Sikap pantang menyerah, keberanian bertanya, kesediaan menerima masukan, serta kepedulian kepada orang lain merupakan bagian penting dari proses tumbuh dan berkembang.

Selain motivasi belajar, pengenalan profesi dokter turut memperkuat kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat, kepedulian terhadap kondisi tubuh, serta sikap bijak dalam mencari bantuan ketika mengalami masalah kesehatan.

Dari Pengalaman Hari Ini Menuju Cita-Cita Esok Hari

Bagi MI Muhimma, Doctors Inspiration Class bukan sekadar kegiatan menghadirkan narasumber ke sekolah. Program ini merupakan upaya memperkaya pengalaman belajar melalui interaksi dengan praktisi, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan sekaligus inspirasi dari kehidupan nyata.

Pendekatan tersebut sejalan dengan visi MI Muhimma, yaitu “Terwujudnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cerdas dan berkemajuan.” Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter, adab, kemandirian, dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin berani menyampaikan pendapat, aktif bertanya, mengenali potensi diri, serta memiliki semangat untuk terus belajar.

Mereka juga diajak memahami bahwa cita-cita besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten setiap hari.

Pertemuan dengan dokter mungkin hanya berlangsung dalam satu sesi pembelajaran, tetapi inspirasi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk perjalanan panjang mereka.

Ketika anak melihat langsung bagaimana ilmu digunakan untuk membantu sesama, belajar tidak lagi terasa jauh dari kehidupan. Ilmu menjadi sesuatu yang nyata, bermanfaat, dan layak diperjuangkan.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 27/10/2026 17:42
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu