Sebagai upaya menekan angka perkawinan anak yang masih tinggi, Program Inklusi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro menggelar kegiatan Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Pendopo Kantor Kecamatan Dander, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Inklusi PDA Bojonegoro dengan berkolaborasi bersama Satgas PPKPA, KUA Dander, Puskesmas Dander, dan UPT PPA Kabupaten Bojonegoro. Layanan terpadu ini dihadirkan sebagai bentuk intervensi langsung di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kepedulian bersama terhadap perlindungan anak.
Senior Program Inklusi PDA Bojonegoro, Dra. Siti Nurhayati, dalam sambutan pengantarnya menegaskan bahwa kegiatan di Dander merupakan kelanjutan dari gerakan serupa yang telah dilakukan sebelumnya.
“Kegiatan seperti ini bukan pertama kali. Sebelumnya sudah kita laksanakan di Kecamatan Balen. Tujuannya sama, yaitu menekan kasus perkawinan anak. Kami memilih Dander karena kecamatan ini selalu masuk dalam tiga besar dengan kasus perkawinan anak terbanyak di Bojonegoro. Hari ini kami berkolaborasi dengan psikolog dari UPT PPA, KUA, dan Puskesmas untuk memberikan materi dan layanan konsultasi secara terpadu,” jelasnya.
Dukungan penuh disampaikan Camat Dander, Teguh Wibowo, S.H., M.H. Ia menyampaikan apresiasi kepada Inklusi PDA Bojonegoro yang telah konsisten mendukung pemerintah dalam menekan kasus perkawinan anak.
“Atas nama pemerintah kecamatan, kami sangat mengapresiasi langkah Aisyiyah. Dampak pernikahan anak itu sangat luas dan kompleks. Ketika anak menikah dini dan langsung memiliki keturunan, maka bayinya pun berpeluang besar mengalami stunting. Jadi dampaknya berantai dan tidak sederhana,” ujar Camat Teguh kepada peserta.
Memasuki agenda inti, Kepala KUA Dander, H. Ali Musthofa, M.H.I., memaparkan materi tentang Penguatan Keluarga Muda untuk Menjadi Keluarga Sakinah. Materi dilanjutkan dengan edukasi kesehatan terkait risiko pernikahan dini dari Puskesmas Dander.
Peserta juga mendapatkan layanan konsultasi psikologi langsung bersama psikolog dari UPT PPA Kabupaten Bojonegoro, Ari, yang menjadi salah satu layanan unggulan dalam kegiatan ini.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif tersebut ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia sebagai wujud komitmen bersama mencegah perkawinan anak di Bojonegoro. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments