Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi Susun Buku Ecosociopreneurship, Abadikan Jejak Inovasi Lintas Iman

Iklan Landscape Smamda
Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi Susun Buku Ecosociopreneurship, Abadikan Jejak Inovasi Lintas Iman
pwmu.co -

Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi menggelar Workshop Penyusunan Buku Ecosociopreneurship sebagai langkah strategis untuk mendokumentasikan perjalanan, praktik baik, pembelajaran, hingga dampak Program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) yang telah dijalankan di Banyuwangi.

Workshop berlangsung di Edhotel SMK Muhammadiyah 8 Siliragung selama dua hari, 30 Juni–1 Juli 2026, dengan melibatkan tim penulis, fasilitator, serta pegiat Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Buku yang tengah disusun diharapkan menjadi referensi mengenai pengembangan ecosociopreneurship, yaitu pendekatan kewirausahaan yang mengintegrasikan keberlanjutan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan kohesi sosial.

Melalui buku tersebut, berbagai praktik baik yang telah dilakukan bersama masyarakat, pemuda lintas iman, pelaku UMKM, serta berbagai mitra kolaborasi akan terdokumentasi secara sistematis sehingga dapat direplikasi di berbagai daerah.

Selama workshop, peserta melakukan refleksi terhadap perjalanan Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, mengidentifikasi kisah-kisah perubahan di masyarakat, menyusun konsep besar buku, hingga merancang struktur penulisan sebagai fondasi penyusunan naskah.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada penyelarasan narasi, finalisasi konten, penguatan data, dokumentasi visual, serta penyusunan layout agar buku siap memasuki tahap penerbitan.

Focal Point SMILE Eco Bhinneka Banyuwangi sekaligus anggota tim penulis, Zahrotul Janah, menyampaikan bahwa buku tersebut tidak sekadar menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga upaya membangun warisan pengetahuan yang dapat menginspirasi lebih banyak pihak.

“Setiap aksi kecil yang kami lakukan bersama masyarakat menyimpan pembelajaran yang sangat berharga. Buku ini menjadi ruang untuk merangkai pengalaman tersebut menjadi inspirasi agar semakin banyak komunitas yang percaya bahwa menjaga lingkungan, membangun perdamaian, dan menguatkan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.”

Sementara itu, Farah Adiba, Manager Program SMILE, menegaskan bahwa pengalaman lapangan yang selama ini tersebar dalam berbagai kegiatan perlu dihimpun menjadi satu narasi yang utuh.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami ingin menghadirkan sebuah buku yang tidak hanya menceritakan apa yang telah dilakukan, tetapi juga bagaimana proses perubahan itu terjadi, tantangan yang dihadapi, serta model pemberdayaan yang dapat direplikasi oleh organisasi masyarakat, komunitas pemuda, akademisi, maupun pemerintah.”

Workshop juga menyepakati pembagian tugas penulisan kepada delapan anggota tim yang berasal dari Eco Bhinneka Muhammadiyah, SMILE, Peradah Temurejo, dan Models Media Center.

Buku tersebut ditargetkan memuat berbagai praktik baik pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat, moderasi beragama, pemberdayaan perempuan dan pemuda, hingga inovasi kewirausahaan sosial yang lahir dari kolaborasi lintas iman.

Melalui penyusunan buku ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi berharap pengalaman selama menjalankan Program SMILE tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan, tetapi menjadi sumber pembelajaran yang mampu menginspirasi gerakan ecosociopreneurship di berbagai wilayah Indonesia.

Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat kerukunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan tiga misi yang dapat diwujudkan secara bersamaan melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.

Program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE) merupakan inisiatif Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda lintas iman dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme.

Program ini mendorong keterlibatan aktif generasi muda, khususnya perempuan dan kelompok disabilitas, dalam membangun kesadaran, meningkatkan pengetahuan, serta melahirkan aksi nyata untuk mencegah dan menghadapi krisis iklim.

Revisi Oleh:
  • Satria - 05/07/2026 17:40
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu