Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh Muhammadiyah Cabang Pare, Ustadz H. Sjar’i Muzammil, pada Senin (29/6/2026).
Almarhum yang juga merupakan ayahanda Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pare, Hirzul Umam, mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.45 WIB dalam usia 84 tahun.
Kabar wafatnya disampaikan melalui grup WhatsApp Muhammadiyah se-Kabupaten Kediri.
Semasa hidupnya, Ustadz H. Sjar’i Muzammil dikenal sebagai pengasuh Kajian SMS (Senin Malam Selasa) di PCM Pare yang telah membina jamaah selama puluhan tahun.
Rumah duka berada di Jalan Mastrip, Pare.
Jenazah disalatkan di Masjid Sholihin, Jalan Argo Wayang, Pare, sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di Dusun Kemendung, Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
Wakil Ketua PDM Kabupaten Kediri, Ir. Syamsul Ma’arif, mengungkapkan bahwa wafatnya Ustadz H. Sjar’i Muzammil menjadi kehilangan besar bagi warga Muhammadiyah, khususnya di Pare.
“warga Muhammadiyah Pare Kab Kediri sangat sangat kehilangan tokoh panutan dan kalau ada masalah kita bertanya kepada ustadz Sjar’i Muzammil dan insya’Allah beliau Khusnul khatimah.”
Menurut Syamsul Ma’arif, sosok almarhum selama ini menjadi tempat bertanya sekaligus rujukan bagi warga Muhammadiyah dalam berbagai persoalan keagamaan.
Saat ditanya mengenai sosok yang dapat melanjutkan peran almarhum, Syamsul Ma’arif menilai bahwa mencari figur pengganti bukanlah perkara mudah.
“Untuk mencari pengganti dari ustadz Sjar’i Muzammil ini kita harus betul betul jeli, harus kapasitasnya paling tidak sesuai dengan ustadz Sjar’i karena beliau ini adalah tempat bertanya bagi kita semua Dan Insya’Alloh jamaah yang yang dibina berpuluh puluh tahun oleh beliau melalui kajian Senin malam Selasa (SMS) sangat sangat kehilangan sekali. Mudah mudahan, Allah memuliakan kita semuanya untuk mencari pengganti yang setara dengan ustadz Sjar’i Muzammil.”
Kepergian Ustadz H. Sjar’i Muzammil meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jamaah Kajian SMS, serta warga Muhammadiyah Kabupaten Kediri yang selama ini mengenalnya sebagai ulama, pembimbing, dan tokoh panutan.





0 Tanggapan
Empty Comments