Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dekan FTEIC ITS Ajak Orang Tua Jadi Bestie Anak dalam Sinergi Sambut Tahun Ajaran Baru di Smamio

Iklan Landscape Smamda
Dekan FTEIC ITS Ajak Orang Tua Jadi Bestie Anak dalam Sinergi Sambut Tahun Ajaran Baru di Smamio
Prof Diana saat menyampaikan materi di depan wali siswa baru Smamio. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. Diana Purwitasari, S.Kom., M.Sc., mengajak para orang tua untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak dengan menjadi sosok yang tidak hanya mendampingi, tetapi juga menjadi “bestie” atau sahabat terbaik mereka.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sinergi Orang Tua dan Sekolah Menyambut Tahun Ajaran Baru 2026–2027 yang diselenggarakan SMA Muhammadiyah 10 (SMAMIO) GKB Gresik di Hall Cordoba, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali siswa baru yang menghadiri sesi sosialisasi dan pemaparan materi tentang program sekolah tahun ajaran 2026-2027.

Sinergi Orang Tua dan Sekolah

Dalam paparannya, Prof. Diana menekankan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan optimal apabila hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak sehingga sinergi antara orang tua dan sekolah menjadi fondasi utama dalam mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

“Anak membutuhkan orang tua yang benar-benar mengenal mereka. Bukan hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga sebagai teman berbagi cerita, tempat mereka merasa aman untuk menyampaikan pendapat, kegagalan, maupun mimpi-mimpi mereka,” ujar Prof. Diana.

Ia menjelaskan bahwa hubungan yang hangat dapat dibangun melalui penerapan love language atau bahasa cinta dalam kehidupan sehari-hari. Bentuknya tidak selalu berupa hadiah, tetapi bisa diwujudkan melalui perhatian sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kalimat pujian yang tulus, pelukan, meluangkan waktu untuk jalan kaki bersama, mendengarkan cerita mereka tanpa menghakimi, hingga menyediakan quality time merupakan hal-hal kecil yang memberikan dampak besar bagi perkembangan emosional anak,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi salah satu kunci dalam membangun kedekatan tersebut. Orang tua perlu menyediakan ruang agar anak merasa didengar, bukan hanya menerima nasihat.

“Sering kali kita ingin didengar oleh anak, padahal anak juga ingin didengar oleh orang tuanya. Ketika komunikasi berjalan dua arah, kepercayaan akan tumbuh dan hubungan menjadi semakin kuat,” tambah Prof. Diana.

Selain sosialisasi bagi wali siswa baru, SMAMIO juga melaksanakan psikotes bagi peserta didik kelas X. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan karakter, gaya belajar, serta potensi setiap siswa sebagai dasar penyusunan strategi pendampingan akademik maupun pengembangan karakter selama menempuh pendidikan di SMAMIO.

Melalui kegiatan ini, SMAMIO menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi yang erat dengan orang tua sejak awal tahun ajaran. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, serta perkembangan potensi setiap anak. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 05/07/2026 18:29
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu