Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sujud Syukur, Jalan Dakwah Tim Maroko di Piala Dunia 2026

Iklan Landscape Smamda
Sujud Syukur, Jalan Dakwah Tim Maroko di Piala Dunia 2026
Oleh : Ridwan Manan Kepala SMA Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo dan Ketua Takmir Masjid "Ramah Musafir" Ar Royyan Muhammadiyah Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur

Stadion Houston, Amerika Serikat, kembali bergemuruh pada Ahad (5/7/2026) ketika Tim Maroko meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Kanada. Tim berjuluk The Atlas Lions itu memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah gol-gol yang dicetak Azzadine Qunani, Brahim Diaz, dan Soufiane Rahimi.

Namun, ada pemandangan yang lebih menarik daripada kemenangan itu sendiri. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, para pemain Maroko tidak larut dalam selebrasi yang berlebihan sebagaimana lazim dilakukan tim pemenang. Mereka memilih merayakan kemenangan dengan sujud syukur, menundukkan kepala kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Pemberi Kemenangan.

Pemandangan tersebut mengundang decak kagum puluhan ribu penonton di stadion dan jutaan pasang mata yang menyaksikan melalui televisi maupun media digital.

Sikap yang ditunjukkan pelatih Mohamed Quahbi bersama para pemain Maroko mengajarkan bahwa kemenangan bukan sekadar kemampuan mengalahkan lawan. Kemenangan sejati adalah kemampuan menundukkan ego dan kesombongan.

Di saat sebagian pihak merayakan kemenangan dengan euforia berlebihan, para pemain Maroko justru menunjukkan kerendahan hati. Mereka menyadari bahwa setiap keberhasilan merupakan karunia Allah, bukan semata hasil kekuatan tim, kualitas individu, maupun strategi permainan.

Allah SWT berfirman:

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).”
(QS. An-Nahl: 53).

Teladan Rasulullah

Rasulullah SAW telah memberikan teladan bahwa ketika memperoleh kabar gembira, kemenangan, maupun keberhasilan, beliau melaksanakan sujud syukur sebagai bentuk penghambaan dan kerendahan hati kepada Allah SWT.

Keteladanan Rasulullah tersebut tampak diwarisi oleh para pemain Maroko, sebagaimana juga banyak ditunjukkan atlet-atlet Muslim di berbagai belahan dunia.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Setiap keberhasilan yang kita raih—lulus ujian, memperoleh pekerjaan, membangun rumah, ataupun berbagai bentuk kesuksesan lainnya—seyogianya diawali dengan sujud syukur kepada Allah SWT.

SMPM 5 Pucang SBY

Maroko memberikan pelajaran bahwa prestasi dunia seharusnya semakin mendekatkan seseorang kepada Allah. Kemenangan terbaik adalah kemenangan yang melahirkan rasa syukur, mendekatkan diri kepada-Nya, serta menundukkan kesombongan dengan kerendahan hati.

Pertemuan yang Terulang

Piala Dunia 2026 juga menghadirkan kisah menarik. Maroko kembali dipertemukan dengan Prancis di babak perempat final.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, kedua tim bertemu di babak semifinal. Saat itu Maroko harus mengakui keunggulan Prancis yang berstatus juara bertahan Piala Dunia 2018.

Kini, pertemuan kembali terjadi.

Sebagai umat Islam, kita tentu berharap dan berdoa agar Allah SWT memberikan takdir terbaik bagi Tim Maroko, mengantarkan mereka meraih kemenangan atas Prancis, melaju hingga babak final, dan menjadikan prestasi tersebut sebagai sarana dakwah Islam melalui keteladanan (bil hal).

Harapan yang sama juga patut kita sematkan kepada Tim Mesir agar mampu terus melangkah di Piala Dunia 2026 sehingga semakin banyak teladan positif yang dapat ditunjukkan kepada dunia melalui olahraga.

Pada akhirnya, kemenangan yang paling bermakna bukan hanya mengangkat trofi, melainkan ketika prestasi mampu mengantarkan manusia semakin dekat kepada Allah SWT.

Revisi Oleh:
  • Satria - 05/07/2026 17:59
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu