Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Edukasi Gerakan Penghijauan, Mahasiswa KKN UMG Ajak Siswa SDN Ngabar Peduli Lingkungan

Iklan Landscape Smamda
Edukasi Gerakan Penghijauan, Mahasiswa KKN UMG Ajak Siswa SDN Ngabar Peduli Lingkungan
Mahasiswa KKN UMG bersama Siswi SD Negeri Ngabar, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto usai Edukasi Gerakan Penghijauan dan Urban Farming, Senin (31/8/2026). (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.co -

Kegiatan Edukasi Gerakan Penghijauan dan Urban Farming dihadirkan di SD Negeri Ngabar, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Agenda ini terlaksana oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik pada Senin (31/8/2026).

Lebih lanjut, kegiatan edukasi ini merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta mengenalkan pemanfaatan lahan secara produktif sejak usia dini.

Kegiatan edukasi Gerakan Penghijauan dan Urban Farming dilaksanakan dengan melibatkan siswa sebagai peserta kegiatan.

Ajarkan Konsep Urban Farming

Program kerja ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, yaitu Zain, Johan, dan Albana. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya penghijauan.

Namun, mereka juga berkenalan dengan konsep urban farming atau kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara sederhana dan produktif.

Kegiatan diawali dengan pemberian pre-test kepada siswa untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai pentingnya penghijauan, menjaga lingkungan, serta pemanfaatan lahan untuk kegiatan bercocok tanam.

Setelah itu, mahasiswa KKN memberikan edukasi secara sederhana mengenai manfaat tanaman bagi kehidupan.

Siswa diberikan pemahaman bahwa tanaman dapat membantu membuat udara lebih segar, memberikan kesejukan, mengurangi panas, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan nyaman.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN juga memperkenalkan konsep urban farming kepada siswa.

Urban farming dijelaskan sebagai kegiatan menanam dan membudidayakan tanaman dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk lahan terbatas di lingkungan sekolah maupun rumah.

Melalui konsep ini, siswa diajak memahami bahwa kegiatan bercocok tanam tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Lahan sederhana yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman yang bermanfaat sekaligus memperindah lingkungan.

Selain menjelaskan manfaat tanaman dan urban farming, mahasiswa KKN juga mengajarkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa contoh yang diberikan antara lain membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, menyiram tanaman secara rutin, memanfaatkan lahan kosong untuk menanam, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Implementasi Langsung Penghijauan

Setelah kegiatan edukasi selesai, kegiatan berlanjut dengan praktik penanaman tanaman di lingkungan sekolah. Mahasiswa KKN bersama siswa melakukan penanaman pada lokasi yang telah disiapkan.

SMPM 5 Pucang SBY

Praktik tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep penghijauan dan urban farming dengan memanfaatkan area sekolah sebagai ruang untuk kegiatan bercocok tanam.

Siswa diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari membuat lubang tanam, memasukkan tanaman ke dalam tanah, menutup kembali dengan tanah, hingga menyiram tanaman setelah selesai ditanam.

Melalui praktik urban farming, siswa mendapatkan pengalaman bahwa kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan secara sederhana dan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan lahan sekolah untuk menanam juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa dalam mengenal tanaman, memahami proses pertumbuhan, serta belajar mengenai pentingnya merawat lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan praktik tersebut memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penjelasan, namun sekaligus belajar mengenai proses menanam dan merawat tanaman.

Lahan Terbatas Bukan Alasan

Salah satu Mahasiswa KKN, Johan Indra Kusuma, berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana.

“Selain itu, kami ingin menanamkan kebiasaan menanam dan merawat tanaman sejak dini agar kepedulian terhadap lingkungan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari” terang Johan.

Para siswa tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan serta aktif membantu mahasiswa KKN selama proses penanaman berlangsung.

Pengenalan urban farming juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa bahwa lahan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman yang bermanfaat.

Kebiasaan menanam dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dengan memanfaatkan halaman, pekarangan, atau ruang yang tersedia secara sederhana.

Program Edukasi Gerakan Penghijauan dan Urban Farming menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa SD Negeri Ngabar.

Melalui kegiatan ini, semoga siswa SD Negeri Ngabar dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan serta ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, sejuk, dan nyaman.

Pemanfaatan lahan melalui konsep urban farming juga diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan menanam dan merawat tanaman menjadi kebiasaan positif yang dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh siswa dan warga sekolah.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 02/09/2026 20:04
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu