Bendera Merah Putih yang berkibar pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sidoarjo, Ahad (17/8/2026), menyimpan cerita tentang kerja keras, disiplin, dan perjuangan para putra-putri terbaik daerah.
Salah satunya adalah Erlangga Adhyaksa Putra Iria Kencana, siswa SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan Sidoarjo. Siswa yang akrab disapa Angga ini berhasil melewati ketatnya seleksi dan terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidoarjo 2026.
Yang membanggakan, Erlangga menjadi satu-satunya siswa yang mewakili SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo dalam Paskibraka Kabupaten Sidoarjo tahun ini.
Bagi Angga, keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ada proses panjang, latihan fisik, pembentukan mental, kedisiplinan, hingga dukungan dari orang tua, sekolah, teman-teman, dan komunitas yang selama ini diikutinya.
Kepada PWMU.CO saat ditemui di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Selasa (8/9/2026), Angga menceritakan perjalanan hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Sidoarjo.
Lahir di Sidoarjo, 26 Maret 2010, Erlangga merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia merupakan alumnus SMPN 2 Tulangan.
Di luar kegiatan sekolah, Angga memiliki hobi berenang dan berlari. Dua aktivitas tersebut turut membantunya dalam menjaga kebugaran dan mempersiapkan kondisi fisik.
Ia juga memiliki cita-cita menjadi TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Motto hidup yang dipegangnya sederhana, tetapi cukup kuat menggambarkan karakter yang ingin dibangunnya.
«“Konsisten dan tekun dalam menjalani segala hal dan memberikan yang terbaik untuk semuanya,” ungkapnya.»
Karakter itulah yang kemudian ia bawa ketika mengikuti proses seleksi Paskibraka Kabupaten Sidoarjo.
Ketika dinyatakan lolos, Angga mengaku merasa senang sekaligus tidak menyangka.
“Yang saya rasakan saat lolos menjadi Paskibraka adalah senang dan tidak menyangka. Persaingannya sangat ketat dan banyak saingan dari berbagai tempat,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut memberikan kesan yang sangat besar dalam perjalanan hidupnya.
“Saya sangat senang bisa lolos menjadi Paskibraka Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Untuk bisa mengenakan seragam Paskibraka Kabupaten Sidoarjo, Angga harus melewati sejumlah tahapan seleksi.
Persiapannya bahkan dimulai sejak proses pendaftaran. Ia menyiapkan berbagai dokumen administrasi, termasuk surat izin orang tua dan surat izin dari kepala sekolah.
Tidak hanya administrasi, persiapan fisik dan pengetahuan juga dilakukan.
“Selain persiapan administrasi, saya juga mempersiapkan fisik dan pembelajaran untuk mengikuti tes-tes yang ada,” jelasnya.
Ia kemudian mengikuti sejumlah tahapan seleksi.
Tahap pertama berupa tes administrasi secara daring, kemudian dilanjutkan dengan tes TWK dan TIU yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GOR).
Tahap berikutnya adalah tes kesehatan dan parade. Setelah itu, peserta mengikuti tes samapta dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Tahap terakhir adalah tes wawancara dan bakat.
Rangkaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Angga. Ia harus mampu menjaga kondisi fisik sekaligus mempersiapkan mental agar tetap tenang menghadapi setiap tahapan.
Selain aktif dalam kegiatan sekolah, Angga juga bergabung dalam komunitas Pasgamaga. Baginya, komunitas tersebut bukan sekadar tempat berlatih baris-berbaris, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan dan karakter.
“Motivasi saya mengikuti komunitas Pasgamaga adalah untuk mendisiplinkan diri dan menjadi versi terbaik dari diri saya,” katanya.
Latihan yang diperoleh di komunitas tersebut, menurut Angga, menjadi salah satu faktor yang sangat membantu ketika menghadapi seleksi Paskibraka.
Ia mendapatkan pembekalan dari para senior, mulai dari PBB hingga latihan fisik.
“Latihan dari Pasgamaga sangat membantu saya untuk lolos seleksi Paskibraka. Pembekalan yang diberikan senior-senior mulai dari PBB hingga fisik sangat membantu,” ungkapnya.
Tidak hanya latihan, dukungan teman-teman di lapangan juga membuatnya lebih mudah beradaptasi dengan porsi latihan yang cukup berat.
Dalam Paskibraka Kabupaten Sidoarjo 2026, Angga dipercaya berada di Pasukan 45, Pleton 2.
Keberhasilan Angga tentu tidak lepas dari dukungan keluarga.
Ketika mengetahui putranya dinyatakan lolos, orang tua Angga merasa bangga. Bagi Angga, dukungan tersebut menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalani proses hingga pelaksanaan tugas pada 17 Agustus 2026.
Hal yang sama ia rasakan dari lingkungan sekolah.
Menurutnya, pihak SMA Muhammadiyah 3 Tulangan memberikan dukungan yang sangat baik selama dirinya mengikuti proses seleksi hingga menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Sidoarjo.
“Dukungan dari orang tua, sekolah, dan teman-teman sangat membantu saya dalam menjalani tugas sebagai Paskibraka Kabupaten Sidoarjo 2026,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah mendukung saya hingga saat menjalankan tugas pengibaran pada 17 Agustus 2026. Terima kasih kepada orang tua, sekolah, dan teman-teman yang telah mendukung saya,” tuturnya.
Hampir dua tahun menempuh pendidikan di Smamuga, Angga merasakan banyak perubahan positif dalam dirinya.
Menurutnya, lingkungan sekolah memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan yang membantunya menghadapi berbagai hal baru.
“Menurut saya bersekolah di Smamuga sangat baik. Nilai plus yang didapatkan sangat banyak dan memberikan nilai positif yang membantu mengubah pribadi saya,” katanya.
Ia juga merasakan ilmu yang diperoleh di sekolah membuatnya lebih mudah menghadapi berbagai hal yang sebelumnya belum dipahami.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Angga, bukan hanya sebagai siswa, tetapi juga sebagai pribadi yang sedang mempersiapkan masa depan.
Setelah berhasil melewati satu tantangan besar sebagai Paskibraka Kabupaten Sidoarjo, Angga tidak ingin berhenti.
Dalam satu tahun ke depan, ia memiliki dua target utama: meningkatkan prestasi akademik dan menjaga kondisi fisik.
“Saya ingin mendapatkan juara kelas jika memungkinkan dan mengejar fisik ideal yang saya inginkan,” ujarnya.
Target tersebut menunjukkan bahwa bagi Angga, prestasi bukan hanya tentang satu pencapaian. Ia ingin terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Pengalaman melewati seleksi Paskibraka membuat Angga memiliki pesan khusus untuk teman-teman dan adik kelas yang memiliki cita-cita serupa.
Ia berpesan agar persiapan dilakukan jauh-jauh hari.
“Persiapkan fisik dari sekarang dan persiapkan mental. Tetap semangat dan berikan yang terbaik untuk segala hal yang dilakukan,” pesannya.
Bagi Angga, keberhasilan tidak cukup hanya mengandalkan keinginan. Diperlukan konsistensi, ketekunan, latihan, dan keberanian untuk menghadapi proses.
Kepala SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo, Hartatik SPd, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian Erlangga.
Saat ditemui PWMU.CO di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026), Hartatik mengatakan sekolah memberikan apresiasi kepada siswa yang mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Intinya kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih dan merasa bangga kepada siswa kami yang telah membanggakan serta mengharumkan nama sekolah,” ujarnya.
Menurut Hartatik, keberhasilan Erlangga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya.
Ia berharap akan lahir generasi berikutnya yang mampu mengikuti jejak Erlangga dan mengharumkan nama Smamuga melalui berbagai bidang prestasi.
“Semoga ada generasi penerus Erlangga lainnya di kelas bawahnya. Insyaallah setiap tahun SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo selalu bisa melahirkan siswa yang berprestasi, termasuk dalam Paskibraka Kabupaten Sidoarjo,” harapnya.
Hartatik menegaskan, sekolah berupaya memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi sesuai bidang dan minat masing-masing.
Menurutnya, prestasi siswa tidak semata-mata diukur dari capaian akademik.
“Prestasi itu tidak hanya di bidang akademik. Prestasi nonakademik seperti skill atau keterampilan diri juga merupakan prestasi yang harus diapresiasi dan didukung semua pihak, terutama sekolah dan orang tua,” jelasnya.
Ia mengatakan Smamuga berupaya memberikan perhatian kepada siswa yang memiliki prestasi, baik akademik maupun nonakademik.
“Pada dasarnya SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo merupakan sekolah umum berbasis Islam yang mengakomodasi berbagai latar belakang siswa,” katanya.
Di sisi lain, Hartatik menyampaikan bahwa SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo telah membuka pra-inden penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2027/2028.
Program tersebut dibuka dalam waktu terbatas, yakni selama 15 hari.
Ia mengajak masyarakat Tulangan dan sekitarnya serta masyarakat Kabupaten Sidoarjo yang memiliki putra-putri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Banyak bonus dan keringanan yang diberikan pada masa pra-inden ini, di antaranya gratis biaya pendaftaran, uang gedung, dan lainnya,” jelasnya.
Hartatik juga mengajak orang tua siswa Smamuga maupun masyarakat umum untuk mulai mempersiapkan pendidikan putra-putrinya sejak dini.
“Bagi bapak dan ibu yang memiliki anak atau adik yang sudah waktunya masuk SMA, monggo segera didaftarkan sekarang. Masa pra-inden ini waktunya sangat terbatas,” ajaknya.
Kisah Erlangga pada akhirnya bukan hanya tentang seragam putih, barisan tegap, atau tugas mengibarkan Sang Merah Putih.
Di balik itu ada proses panjang tentang bagaimana seorang siswa belajar disiplin, mengelola diri, menjaga fisik, membangun mental, menerima arahan, dan berani menghadapi persaingan.
Dari Smamuga, Erlangga melangkah membawa satu pengalaman penting: bahwa setiap prestasi memiliki jalan perjuangannya sendiri.
Dan bagi siswa yang bercita-cita mengikuti jejaknya, pesan Erlangga terdengar sederhana: persiapkan diri sejak sekarang, kuatkan mental, tetap semangat, dan berikan yang terbaik.
Sebab, seperti motto hidup yang ia pegang, konsistensi dan ketekunan adalah bagian penting dari perjalanan menuju prestasi.





0 Tanggapan
Empty Comments