Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gali Ilmu Kearsipan dan Kepustakaan, Peserta ASM Batch 2 Kunjungi DPAD dan Perpustakaan YAMAS

Iklan Landscape Smamda
Gali Ilmu Kearsipan dan Kepustakaan, Peserta ASM Batch 2 Kunjungi DPAD dan Perpustakaan YAMAS
pwmu.co -

Sebanyak 40 peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) Batch 2 yang diselenggarakan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP Muhammadiyah) mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) serta Perpustakaan YAMAS (Yayasan Medayu Agung Surabaya).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran peserta ASM untuk menggali pengetahuan sekaligus mempelajari secara langsung pengelolaan dan penyimpanan arsip penting secara tepat.

Para peserta diajak melihat berbagai proses pengelolaan arsip, mulai dari penyimpanan dan klasifikasi dokumen, pencarian arsip secara digital, hingga perawatan dokumen bersejarah.

Tempat pertama yang dikunjungi peserta adalah lembaga kearsipan daerah. Mereka disambut Susilo Dwi Atmadja, S.E., Ketua Tim Akuisisi dan Pengolahan Arsip, serta Duhriyatin Toyyibah.

Para peserta mendapatkan paparan mengenai pengelolaan dokumen di ruang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur.

Susilo menjelaskan bahwa penyimpanan dokumen harus dilakukan secara tertata, termasuk dengan melakukan penomoran dan klasifikasi secara benar. Pemberian label pada setiap dokumen yang tersimpan di rak juga dinilai sangat membantu proses pencarian.

Selanjutnya, peserta diajak berkeliling ruangan sekaligus mendapatkan edukasi mengenai cara melakukan pencarian data kearsipan secara digital.

“Saya tunjukkan bagaimana cara mencari arsip secara digital dengan menggunakan monitor ini. Hanya dengan klik di sini (monitor) kita sudah bisa mendapatkan data yang kita perlukan.” Terangnya.

Peserta kemudian diajak menuju ruangan khusus penyimpanan dokumen-dokumen penting dari seluruh wilayah Indonesia.

Di tempat tersebut, terdapat pula teks tua yang ditulis dalam bahasa Belanda. Keberadaan berbagai dokumen tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pentingnya menjaga arsip sebagai sumber sejarah.

Peserta juga melihat proses alih dokumen menggunakan mesin pemindai khusus atau book scanner. Proses tersebut dilakukan tanpa menyentuh dokumen secara langsung.

Penggunaan book scanner bertujuan menjaga keutuhan kertas yang rawan rapuh apabila bersentuhan langsung dengan alat pemindai.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain itu, peserta diajak berkeliling melihat brankas kearsipan dan mendapatkan edukasi mengenai cara merawat dokumen dengan baik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjaga kondisi ruangan tetap dingin serta melakukan perawatan rutin dengan memberikan kamper pada setiap rak penyimpanan dokumen.

Destinasi berikutnya, peserta ASM mengunjungi perpustakaan yang terletak di kawasan perumahan Medayu, yakni Perpustakaan YAMAS (Yayasan Medayu Agung Surabaya).

Perpustakaan yang didirikan oleh Oei Him Hwie sejak 2001 tersebut mengoleksi berbagai buku dan koran lama maupun terkini. Para peserta juga berkesempatan membeli koleksi yang tersedia di perpustakaan tersebut.

Salah satu peserta, Joko Sumpeno, SH., menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Oei Him Hwie. Menurutnya, Oei Him Hwie merupakan sosok reformis pemikiran yang pernah menjadi korban politik.

Joko membeli salah satu buku yang memuat cerita perjalanan hidup Oei Him Hwie. Baginya, kunjungan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan menjadi kesempatan untuk memperkaya pengetahuan tentang sejarah sekaligus menggali lebih dalam sosok wartawan inspiratif asal Malang tersebut.

“Tempat ini merupakan pusat referensi buku, khususnya bagi orang-orang pergerakan yang selalu ingin memperkaya ilmu.” Terangnya.

Kunjungan tersebut memberikan pelajaran mengenai pentingnya menyimpan berbagai peristiwa penting yang terjadi. Pengarsipan yang baik akan sangat membantu dalam penulisan sejarah yang valid.

Upaya merekam setiap momentum, baik melalui tulisan maupun gambar, terlebih ketika berkaitan dengan peristiwa penting, pada suatu hari dapat menjadi bagian dari sejarah yang membentuk sebuah peradaban.

Kegiatan kunjungan peserta ASM Batch 2 tersebut sekaligus memperkuat kesadaran bahwa arsip dan perpustakaan memiliki peran penting dalam menjaga ingatan sejarah serta menyediakan sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

Revisi Oleh:
  • Satria - 11/08/2026 11:17
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu