Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Gamal Albinsaid: Masa Depan Umat Dimulai dari Manusia yang Sehat dan Cerdas

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Gamal Albinsaid: Masa Depan Umat Dimulai dari Manusia yang Sehat dan Cerdas
Gamal Albinsaid, menyampaikan tausiyah dalam Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan PDM Kota Batu di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Ahad (27/9/2026). Foto: Khoen Eka/PWMU.CO
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
Oleh : Khoen Eka

Masa depan umat tidak dibangun hanya dengan kekuatan spiritual. Ia membutuhkan manusia yang sehat, cerdas, mandiri secara finansial, memiliki etos kerja, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Gagasan itu disampaikan dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed, anggota DPR RI Komisi IX, dalam Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Ahad (27/9/2026).

Kajian tersebut mengangkat tema “Arsitektur Masa Depan Umat: Mewujudkan Generasi Islam yang Sehat dan Cerdas”.

Menurut Gamal, pembangunan masa depan umat pada dasarnya adalah pembangunan manusia. Karena itu, kesehatan menjadi salah satu fondasi yang harus dipersiapkan sejak dini.

“Kalau kita ingin membangun masa depan umat, maka kita harus membangun manusianya. Manusia yang sehat, cerdas, produktif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain,” ujarnya.

Gamal mengingatkan bahwa membangun generasi berkualitas dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Pola hidup sehat, katanya, perlu dibentuk sejak dini.

Beberapa di antaranya dengan mengurangi konsumsi gula, menjaga pola makan, membatasi makanan dan minuman yang kurang sehat, mengelola stres, serta mencukupi kebutuhan tidur.

“Orang dewasa pada umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam,” katanya.

Bagi Gamal, kesehatan bukan sekadar persoalan tidak sakit. Kondisi tubuh yang sehat menjadi modal agar seseorang dapat belajar, bekerja, berkarya, dan memberi kontribusi secara optimal.

Cerdas Mengelola Uang

Selain kesehatan, generasi masa depan juga perlu memiliki kecerdasan finansial.

Gamal mengingatkan pentingnya kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, hidup hemat, bekerja keras, serta mulai membangun aset yang memiliki nilai untuk masa depan.

“Jangan sampai seluruh pemasukan kita habiskan untuk konsumsi. Ketika mendapatkan pemasukan, harus ada bagian yang kita sisihkan untuk membangun aset dan menyiapkan masa depan,” jelasnya.

Kecerdasan finansial, menurut dia, menjadi bagian dari kemandirian manusia. Generasi muda tidak cukup hanya memiliki penghasilan, tetapi juga perlu memahami bagaimana mengelolanya untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mempersiapkan masa depan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dalam menghadapi perubahan zaman, Gamal menyebut ada tiga kecerdasan yang perlu dikembangkan generasi muda.

Pertama, analytical intelligence, yakni kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, menganalisis persoalan, dan mengambil keputusan.

Kedua, practical intelligence, yaitu kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan nyata.

Ketiga, creative intelligence, yakni kemampuan melahirkan gagasan, berinovasi, dan menemukan solusi baru.

“Ketiga kemampuan itu tidak cukup dibangun melalui teori. Anak muda perlu memperbanyak latihan untuk menemukan sekaligus mengembangkan bakat dan minatnya,” jelasnya.

Pengetahuan, katanya, harus berujung pada kemampuan menghadapi persoalan nyata.

Hidup Harus Menghasilkan Manfaat

Gamal juga mengaitkan etos kerja dengan Q.S. At-Taubah ayat 105. Ayat tersebut mengingatkan manusia untuk bekerja dan mempertanggungjawabkan amal yang dilakukannya.

Karena itu, waktu tidak seharusnya habis hanya untuk aktivitas yang tidak memberi nilai. Waktu perlu digunakan untuk belajar, bekerja, berlatih, berkarya, dan melakukan aktivitas yang bermanfaat.

Menurut Gamal, kebermaknaan hidup dapat dilihat dari kerja, karya, dan kontribusi yang diberikan kepada orang lain.

“Jangan sampai hidup kita hanya habis untuk diri sendiri. Ukuran kebermaknaan kita juga terlihat dari seberapa besar kerja, karya, dan kontribusi yang bisa kita berikan kepada orang lain,” pesannya.

Ia menegaskan, arsitektur masa depan umat harus mulai dibangun dari sekarang. Fondasinya adalah manusia yang sehat jasmani, kuat secara spiritual, cerdas berpikir, kreatif berkarya, bijak mengelola keuangan, memiliki etos kerja, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu