Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Belajar dari Bu Nanik, Siswa SD Ikrom Praktik Membuat Kerupuk Singkong

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Belajar dari Bu Nanik, Siswa SD Ikrom Praktik Membuat Kerupuk Singkong
Siswa SD Muhammadiyah 3 IKROM belajar membuat kerupuk singkong di rumah Bu Nanik melalui program Real Life Scout Camp 2026 (Sonah/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Tujuh siswa kelas IV SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage belajar membuat kerupuk singkong secara langsung di rumah Nanik, warga Dusun Sumber Rejo, Desa Lumbang Rejo, Prigen, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Real Life dalam Scout Camp 2026 yang mengajak siswa mengenal aktivitas usaha warga sekaligus memperoleh pengalaman belajar di luar sekolah.

Pada hari kedua Scout Camp 2026 tersebut, sebanyak 100 siswa dibagi menjadi 14 kelompok. Setiap kelompok didampingi seorang ustaz, ustazah, atau pegawai SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage untuk mengikuti kegiatan praktik langsung di lingkungan masyarakat.

Setiap kelompok mengunjungi warga dengan kegiatan usaha yang beragam, mulai dari peternakan kambing, budidaya lele, pertanian palawija dan kopi, hingga usaha makanan rumahan. Salah satunya adalah kelompok Melati yang berkunjung ke rumah produksi kerupuk singkong milik Bu Nanik.

Sekitar pukul 07.30, Velica, Aira, Azra, Aisyah, Dania, Hannah, dan Alula bersama pendamping mereka, Ustazah Sonah, berjalan menuju rumah Bu Nanik. Setibanya di lokasi, Azra mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Bu Nanik menyambut kedatangan mereka dengan ramah.

Sebelum memulai kegiatan, para siswa dan pendamping memperkenalkan diri. Ustazah Sonah menyampaikan harapannya agar kunjungan tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi para siswa.

“Ibu sebelumnya minta maaf, mungkin kami nanti akan mengganggu pekerjaan di sini. Kami berharap mendapat pengetahuan dan pengalaman buat ananda semua. Jangan segan untuk meminta tolong atau menegur ananda jika ada hal yang tidak kami pahami,” pesan Ustazah Sonah selaku pendamping kelompok Melati.

Bu Nanik kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tempat produksinya masih sederhana. Ia juga menjelaskan bahwa penjualan kerupuknya menjangkau masyarakat sekitar dan menerima pesanan melalui WhatsApp. Bahkan, ada pembeli dari luar kota yang datang langsung untuk mengambil pesanan.

“Jual singkongnya masih area sekitar saja, tapi juga melayani pesanan lewat WhatsApp. Ada yang dari luar kota mengambil pesanan ke sini,” ujar Bu Nanik.

Belajar Proses Produksi Kerupuk Singkong

Setelah berbincang, Bu Nanik mengajak para siswa menuju dapur yang menjadi tempat produksi kerupuk singkong. Di sana, mereka mendapat penjelasan mengenai tahapan pembuatan kerupuk, mulai dari mengupas dan memarut singkong, mencampur parutan dengan bumbu berupa garam, cabai, dan bawang putih, hingga mencetak adonan.

Adonan yang telah dicetak kemudian dikukus selama sekitar 5–10 menit. Setelah itu, kerupuk dipindahkan ke wadah sebelum dijemur hingga kering.

Belajar dari Bu Nanik, Siswa SD Ikrom Praktik Membuat Kerupuk Singkong
Serunya membuat Keripik Singkong di rumah bu Nanik warga Prigen dalam acara Real Life Scout Camp (

Para siswa tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga membantu Bu Nanik dalam proses pembuatan kerupuk. Melalui praktik tersebut, mereka dapat mengenal tahapan produksi makanan yang selama ini biasa mereka konsumsi.

Setelah kegiatan selesai, para siswa beristirahat sambil menikmati suguhan berupa es jeruk, kerupuk singkong, makanan ringan, dan semangka. Pada kesempatan itu, mereka juga mengisi lembar kerja atau worksheet yang diberikan oleh pendamping sebagai bagian dari refleksi kegiatan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Siswa Senang Mendapat Pengalaman Baru

Pengalaman membuat kerupuk singkong meninggalkan kesan bagi para siswa. Azra mengaku senang karena memperoleh banyak pengetahuan baru.

“Seru, bisa mengetahui banyak hal baru,” kata Azra.

Alula juga mengungkapkan pengalamannya saat mencoba membuat kerupuk singkong. Menurutnya, proses tersebut ternyata cukup sulit, tetapi terasa lebih mudah setelah dicoba.

“Seru, ternyata susah juga cara buat keripik singkong, tapi lama-lama agak mudah,” ungkap Alula.

Sementara itu, Dania mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang makanan yang biasa dikonsumsinya sehari-hari.

“Seru sih, biasanya tahunya makan, sekarang jadi tahu cara bikinnya,” tutur Dania.

Aira juga merasa senang karena dapat mencoba membuat kerupuk sekaligus membantu Bu Nanik.

“Seru, tempatnya dingin, bisa belajar membuat keripik sendiri dan senang bisa bantu ibunya bikin kerupuk,” ujarnya.

Melalui program Real Life dalam Scout Camp 2026, para siswa berkesempatan belajar dari pengalaman langsung di lingkungan masyarakat. Kunjungan ke rumah Bu Nanik memperkenalkan mereka pada proses produksi usaha rumahan sekaligus memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan warga dan mengenal aktivitas ekonomi sehari-hari. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 24/10/2026 15:47
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu