Tiga guru SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik mengikuti workshop bertajuk Advancing Content Mastery, Pedagogical Excellence, and Technology Integration in ICP Classrooms yang digelar oleh Universitas Negeri Malang pada 24–26 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Savana Hotel dan Convention Malang ini menghadirkan para pakar pendidikan untuk menguatkan kapasitas guru dalam pembelajaran berbasis Cambridge.
Koordinator ICP Spemdalas, Wiwik Indrawati, menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan para guru dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran internasional di sekolah.
“Kami terus mendorong guru untuk berkembang dan belajar dari praktik terbaik. Kegiatan ini sangat relevan untuk memperkuat implementasi ICP di Spemdalas, terutama dalam integrasi konten, bahasa, dan teknologi,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan ini, guru Spemdalas menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga siap mengimplementasikan inovasi di kelas demi menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan berstandar internasional.
Putri Zulaiha Ria Agustina, Ria Rizaniyah, dan Anisa Dwi Fitria mewakili Spemdalas dalam forum tersebut.
Selama tiga hari, mereka mengikuti berbagai sesi secara aktif, mulai dari pedagogical briefing, penguatan ekosistem sekolah ICP, hingga strategi pengelolaan kelas berbahasa Inggris.
Pada hari kedua, para peserta mendalami Cambridge based content pathways sesuai bidang masing-masing.
Mereka juga terlibat langsung dalam sesi Applied AI and Digital Literacy dengan menyusun perangkat pembelajaran berbasis teknologi secara kolaboratif.
Putri Zulaiha Ria Agustina, guru ICP Spemdalas, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru dari workshop ini. “Kami tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung praktik menyusun pembelajaran yang lebih terintegrasi dengan teknologi dan kebutuhan siswa. Ini sangat membantu kami dalam mengembangkan kelas ICP yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan CLIL (Content and Language Integrated Learning) yang dipelajari menjadi bekal penting untuk mengoptimalkan penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran.
“Kami semakin memahami bagaimana menggabungkan konten materi dengan bahasa secara alami di kelas,” imbuhnya.
Pada hari terakhir, para peserta mempraktikkan micro teaching dan mendapatkan umpan balik langsung dari para ahli. Kegiatan ini mendorong guru untuk terus melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments