Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hadapi Era AI, Rektor UMY Minta Dosen Perbarui Kompetensi

Iklan Landscape Smamda
Hadapi Era AI, Rektor UMY Minta Dosen Perbarui Kompetensi
Rektor Prof. Achmad Nurmandi menyampaikan sambutan dalam Baitul Arqam Dosen Tetap UMY Tahun 2026. Foto: UMY
pwmu.co -

Perubahan teknologi, terutama perkembangan kecerdasan buatan (AI), ikut mengubah kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi pun dituntut tidak sekadar menghasilkan lulusan, tetapi memastikan kompetensi yang diajarkan tetap relevan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., mendorong para dosen untuk terus meningkatkan kompetensi atau upskilling. Menurutnya, dosen harus mampu mengikuti perubahan teknologi, karakter mahasiswa, serta kebutuhan pasar kerja agar proses pembelajaran tidak tertinggal.

Hal itu disampaikan Prof. Nurmandi dalam Baitul Arqam Dosen Tetap UMY Tahun 2026 bertema “Peneguhan Komitmen untuk Mewujudkan Budaya Organisasi Berkemajuan” yang berlangsung pada Rabu-Kamis (19–20/8/2026) di UMY Student Dormitory.

“Perkembangan saat ini menuntut kita untuk terus memperbarui pengetahuan dan memahami perubahan situasi, termasuk kebutuhan pasar kerja. Sebagai dosen, kita harus siap melakukan upskilling, meningkatkan kompetensi, dan terus belajar,” kata Prof. Nurmandi.

Dia mengingatkan, dosen yang tidak memperbarui kemampuan berisiko kehilangan relevansi. Karena itu, peningkatan kompetensi harus menjadi bagian dari budaya akademik dan organisasi di perguruan tinggi.

“Kalau kita hanya bertahan dengan kemampuan yang ada dan tidak mau berkembang, kompetensi kita bisa tidak lagi relevan,” tegasnya.

Nurmandi juga menyoroti pentingnya kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan survei alumni UMY dalam beberapa tahun terakhir, ia menyebut tren alumni yang belum bekerja berada di kisaran 20 persen.

Angka tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi. Perguruan tinggi harus memastikan kompetensi yang diberikan selama perkuliahan benar-benar dibutuhkan pengguna lulusan.

Dia mencontohkan lulusan bidang engineering. Penguasaan kemampuan teknis saja tidak cukup. Masukan dari pengguna lulusan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi, presentasi, dan menyampaikan gagasan juga menjadi kompetensi penting.

Sebaliknya, lulusan bidang sosial juga perlu memiliki keterampilan teknis yang lebih spesifik. Perubahan dunia kerja membuat berbagai profesi semakin membutuhkan kombinasi antara kemampuan akademik, teknis, dan komunikasi.

“Kemampuan teknis seperti ini yang harus dibekali kepada mahasiswa. Jadi, selain mendapatkan pembelajaran melalui perkuliahan, mahasiswa juga perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, terutama pada jenjang S1,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut dia, penguatan kompetensi praktis penting agar lulusan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu bersaing ketika memasuki pasar kerja.

Perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang membuat perguruan tinggi perlu bergerak lebih cepat. Teknologi tersebut mulai digunakan di berbagai sektor pekerjaan sehingga kompetensi yang dibutuhkan perusahaan juga ikut berubah.

UMY, kata Nurmandi, perlu terus mengevaluasi kurikulum dan pengembangan program studi agar mampu merespons perubahan tersebut.

“Kurikulum tidak mungkin taken for granted. Harus direvisi tiap tahun sesuai perkembangan, terutama perkembangan AI sekarang. Banyak perusahaan sudah menggunakan AI,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa adaptasi terhadap AI bukan berarti mahasiswa cukup diajarkan menggunakan teknologi tersebut. Kemampuan berpikir kritis, analisis, dan pemecahan masalah tetap harus menjadi fondasi utama pendidikan.

“Jadi kita harus melihat lagi, apa yang harus diberikan kepada mahasiswa, supaya kemampuan berpikir dan analisisnya tetap kuat,” katanya.

Karena itu, tuntutan adaptasi tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa. Dosen juga harus terus memperluas pengetahuan dan keterampilannya agar mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan perubahan zaman.

Upaya tersebut menjadi bagian dari budaya organisasi berkemajuan yang ingin dibangun UMY.

Dengan dosen yang terus belajar dan kurikulum yang adaptif, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 20/08/2026 12:41
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu