SMA Muhammadiyah 4 Surabaya (SMAMIV) kembali membuat terobosan dalam momen pengumuman kelulusan kelas XII tahun 2026.
Jika biasanya kelulusan diwarnai corat-coret dan konvoi, tahun ini SMAMIV memilih cara berbeda dan penuh makna: menguji seluruh siswa dengan hafalan doa salat jenazah, Senin (4/5/2026).
Sebanyak 97 siswa kelas XII mengikuti ujian hafalan doa shalat jenazah di aula sekolah. Ujian ini menjadi syarat sebelum para siswa menerima hasil kelulusan mereka.
Suasana haru dan khidmat terasa sejak pagi. Satu per satu siswa maju ke hadapan penguji untuk melafalkan bacaan salat jenazah, mulai dari takbir pertama hingga salam.
Hadir sebagai penguji 1, Drs. KH. Choiruddin, M.A., selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karangpilang. Sementara penguji 2 adalah Drs. H. Agus Subroto, M.Pd.I., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karangpilang. Keduanya menyimak dengan saksama setiap lafal yang diucapkan para siswa.
Kepala SMAMIV, Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari dua tujuan utama. Pertama, menghindarkan siswa dari euforia negatif yang kerap terjadi saat pengumuman kelulusan, seperti konvoi di jalan dan aksi corat-coret seragam. Kedua, memberikan bekal keterampilan ibadah yang sangat mendasar bagi seorang Muslim.
“Kami ingin anak-anak lulus dengan tetap membawa akhlak dan ilmu yang bermanfaat. Salah satunya adalah kemampuan menshalati jenazah. Ini wujud bakti anak shalih dan shalihah. Kelak ketika orang tua wafat, mereka sudah siap dan tidak bingung,” ujar Ali Fauzi di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pembekalan shalat jenazah telah diberikan sejak awal semester genap melalui pelajaran Ismuba dan praktik rutin.
Hasilnya terlihat saat ujian berlangsung, di mana mayoritas siswa mampu melafalkan doa dengan lancar dari takbir pertama hingga keempat.
Apresiasi tinggi disampaikan KH. Choiruddin, M.A. Menurutnya, langkah SMAMIV patut menjadi contoh bagi sekolah lain.
“Ini inovasi yang luar biasa. Saya bangga karena para siswa tidak hanya hafal, tetapi juga memahami tata cara shalat jenazah. Ini bekal akhirat yang tidak ternilai,” tuturnya.
Para siswa pun menyambut positif ujian unik ini. Laila, salah satu siswi kelas XII, mengaku awalnya merasa gugup, namun akhirnya lega dan bersyukur.
“Alhamdulillah, saya merasa bersyukur dan bangga dengan bekal dari guru-guru, khususnya tata cara shalat jenazah. Ternyata ilmu ini sangat penting. Kelulusan jadi lebih berkesan dan menenangkan hati,” ungkapnya.
Melalui inovasi ini, SMAMIV berharap dapat mengubah tradisi kelulusan menjadi momen muhasabah dan syukur. Bukan sekadar merayakan berakhirnya masa SMA, tetapi juga menyiapkan generasi yang siap mengabdi bagi keluarga, umat, dan bangsa dengan bekal ilmu dunia sekaligus akhirat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments