Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) dan IPM SMA Muhammadiyah 1 Babat (Muhiba) memperkuat kolaborasi melalui kegiatan study banding organisasi otonom (Ortom) di Ruang Demokrasi Lantai 2 Smamita, Jumat (4/9/2026).
Sekitar 35 peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan pimpinan SMA Muhammadiyah 1 Babat mengikuti kegiatan tersebut. Tidak sekadar kunjungan antarsekolah, study banding ini menjadi momentum bagi kedua organisasi pelajar Muhammadiyah untuk bertukar ilmu, pengalaman, serta strategi dalam mengelola organisasi dan menjalankan program kerja.
Kegiatan berlangsung antusias. Peserta mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pemaparan program unggulan masing-masing IPM, school tour, hingga Focus Group Discussion (FGD) antarpengurus berdasarkan bidang.
Dalam sesi diskusi, pengurus IPM Smamita dan Muhiba berbagi pengalaman mengenai aktivitas organisasi, pengelolaan program kerja, pembagian tugas, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah.
Bukan Saingan, tetapi Saling Menguatkan
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman Edwin Yogi Laayrananta, S.Pd., M.I.Kom., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan antarsekolah, melainkan sarana mempererat silaturahmi dan membangun budaya belajar bersama.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakter, aktivitas, dan budaya organisasi yang berbeda. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi sumber pembelajaran untuk saling mengevaluasi dan mengembangkan organisasi.
“Kita sama-sama terbaik. Kita bukan saingan, tetapi kita bisa saling sharing aktivitas, bertukar ilmu, dan berbagi pengalaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Babat Agus Al Chusairi, M.Pd., memperkenalkan jajaran sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan anggota IPM Muhiba antusias mengikuti study banding karena menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan dan pengalaman baru.
“Ilmu yang kita dapatkan tidak hanya di lingkup sekolah, tetapi juga akan banyak relasi dan mendapat ajaran yang belum pernah mereka tahu,” ungkapnya.
Wadah Belajar dan Berbagi
Ketua Umum IPM Smamita Keisya Aulia Fayyaz berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Smamita dan Muhiba untuk terus belajar dan berkembang bersama.
Menurutnya, forum seperti ini penting bagi kader IPM untuk membuka ruang diskusi, memperluas wawasan, sekaligus menemukan inspirasi baru dalam menjalankan organisasi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada study banding, tetapi dapat menjadi awal untuk terus berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum IPM SMA Muhammadiyah 1 Babat Muhammad Zaini Ghani. Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anggota IPM kedua sekolah untuk berdiskusi sekaligus memaparkan program kerja masing-masing.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh gambaran tentang program kerja organisasi lain, tetapi juga dapat mengambil inspirasi yang relevan untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakter sekolah masing-masing.
Study banding IPM Smamita dan Muhiba diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring antarpelajar Muhammadiyah. Dengan saling berbagi pengalaman dan strategi, kedua organisasi dapat terus berbenah serta menghadirkan program yang semakin kreatif, bermanfaat, dan berdampak bagi warga sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments