Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ironi Penyangkalan: Dari Gurauan Menuju Krisis Nyata

Iklan Landscape Smamda
Ironi Penyangkalan: Dari Gurauan Menuju Krisis Nyata
Oleh : Marjoko Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Digital PDM Kota Pasuruan
Berhenti Bertaruh pada Nasib

Sudahkah kita memiliki rencana cadangan jika sewaktu-waktu sistem pendukung kehidupan modern kita mengalami kelumpuhan total.

Bayangkan sebuah situasi di mana akses energi, jaringan internet, dan sistem perbankan mendadak tidak dapat digunakan lagi.

Pengalaman pandemi sudah memberi simulasi kecil.

Banyak keluarga panik karena tidak punya dana darurat. Banyak usaha tumbang karena tidak punya cadangan kas.

Banyak orang kewalahan karena ketergantungan penuh pada sistem yang tiba-tiba melambat.

Ketergantungan yang terlalu tinggi pada platform digital membuat banyak orang kehilangan orientasi saat akses tersebut mengalami gangguan.

Kesiapsiagaan bukan berarti kita sedang memupuk rasa takut yang berlebihan atau bersikap pesimistis terhadap masa depan bangsa.

Bersikap siap berarti kita menempatkan logika manajemen risiko di atas harapan kosong yang tidak memiliki dasar pijakan kuat.

Kesiapsiagaan bukan berarti paranoid, tapi merupakan hal yang realistis.

Memastikan ketersediaan stok logistik dasar serta memahami prosedur darurat adalah tindakan rasional yang sangat diperlukan sekarang.

Ada kecenderungan kita menganggap pembicaraan soal kesiapan sebagai sikap lebay atau berlebihan.

Padahal negara-negara maju yang memiliki kesadaran mitigasi tinggi secara rutin melakukan simulasi bencana, latihan militer sipil, hingga panduan survival untuk warga.

Mereka tidak berharap perang terjadi, tetapi mereka juga tidak bertaruh masa depan pada harapan semata.

Humor dan hiburan di media sosial tetap dibutuhkan sebagai penyeimbang, namun jangan sampai ia mematikan radar kewaspadaan kita.

Jika dunia benar-benar masuk dalam fase kekacauan, kita tentu tidak ingin menjadi kelompok yang paling kaget saat krisis meledak.

SMPM 5 Pucang SBY

Kita tidak boleh mengulang sejarah di mana kita tertawa terbahak-bahak saat tanda bahaya sudah mulai menyala dengan terang.

Pelajaran paling berharga yang bisa dipetik hari ini adalah pentingnya memiliki kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan kita.

Dunia memiliki kecepatan perubahan yang luar biasa, dan sering kali kita terlalu percaya diri dalam menilai tingkat keamanan diri sendiri.

Apabila kita memang sedang berada dalam transisi zaman yang genting, maka respons paling bijak adalah tetap tenang namun terukur.

Sikap denial atau penyangkalan hanya akan membuat kita kehilangan waktu berharga untuk melakukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.

Kita membutuhkan perpaduan antara spiritualitas yang dalam, nalar yang sehat, serta persiapan fisik yang benar-benar konkret di lapangan.

Sejarah dunia secara gamblang memperlihatkan bahwa yang paling mudah hancur bukanlah mereka yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali.

Kelompok yang paling rentan justru adalah mereka yang merasa telah mengetahui segalanya, lalu meremehkan setiap peringatan yang muncul.

Ketahanan diri adalah fondasi utama bagi setiap individu untuk bisa melewati turbulensi zaman yang semakin sulit diprediksi arahnya.

Mulailah memperkuat ketahanan keluarga masing-masing dengan langkah praktis yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu krisis datang.

Jangan sampai tawa kita di hari ini menjadi sumber penyesalan yang mendalam saat realitas menuntut kesiapan yang tidak kita miliki.

Semoga kejernihan berpikir senantiasa menyertai kita agar mampu menyikapi setiap dinamika global dengan persiapan yang matang.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 06/03/2026 09:35
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡