Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Istirahatlah dalam Doa, Bukan dalam Putus Asa

Iklan Landscape Smamda
Istirahatlah dalam Doa, Bukan dalam Putus Asa
Oleh : Santhy Hawanti Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Dalam perjalanan hidup, setiap insan pasti pernah berada di titik lelah yang teramat sangat. Rasa lelah itu hadir dalam berbagai bentuk. Lelah mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak, menahan gejolak emosi, hingga kecewa karena harapan yang tak kunjung menjadi kenyataan.

Namun, satu hal yang perlu kita tanamkan dalam jiwa adalah sebuah pesan lembut. “Istirahatlah di doa, bukan dalam putus asa”. Karena di balik setiap kelelahan, sesungguhnya Allah telah menyediakan ruang agar kita kembali bersimpuh kepada-Nya.

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa merasa lelah bukanlah sebuah tanda kelemahan atau kegagalan. Lelah justru menjadi bukti bahwa kita sedang berjuang. Bahkan Rasulullah SAW, sebagai teladan terbaik, juga merasakan rasa sakit dan lelah layaknya manusia biasa.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Insyirah ayat 6 bahwa “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. Perhatikan bahwa kemudahan itu datang bersama kesulitan, bukan setelahnya. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah ujian seberat apa pun, kebaikan Allah selalu berjalan beriringan, meski terkadang mata batin kita belum mampu melihatnya.

Doa: Tempat Pulang bagi Hati yang Gelisah

Sering kali saat dirundung masalah, kita mencari pelarian dengan mengadu kepada sesama atau memendam kesedihan dalam diam. Padahal Allah telah memberikan rumah terbaik bagi hati yang gundah, yaitu doa.

Sujud adalah posisi paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Saat kita meletakkan wajah di atas tanah, itulah simbol penyerahan total. Kita tidak sedang kalah, melainkan sedang melepaskan beban kepada Pemilik segala solusi.

Kita tidak perlu ragu apakah doa kita didengar atau tidak. Karena Allah selalu mendengar. Allah menjawab doa hamba-Nya dengan tiga cara yang penuh hikmah. Pertama, diberikan segera karena itulah yang terbaik. Kedua, ditunda hingga waktu terbaik tiba. Ketiga, diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik atau dijauhkan dari keburukan yang sepadan.

SMPM 5 Pucang SBY

Kisah Nabi Zakaria AS menjadi pengingat yang indah. Beliau berdoa bertahun-tahun tanpa rasa putus asa hingga akhirnya Allah mengabulkan permintaannya di masa tua. Jika Allah mampu memberikan keajaiban kepada Nabi Zakaria, maka tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk mengubah keadaan hidup kita.

Ketenangan sejati bukan berasal dari selesainya masalah. Melainkan dari keyakinan kepada siapa kita bergantung. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Dzikir yang tulus mampu mengusir kegalauan dan membawa kebahagiaan dunia hingga akhirat.

Marilah kita berjanji pada diri sendiri untuk tidak tinggal terlalu lama dalam kekecewaan. Lelah itu manusiawi. Namun putus asa bukanlah tanda iman yang kuat.

Ketika hati mulai terasa berat, ambillah wudhu dan bicaralah kepada Allah dengan jujur. Jadikanlah doa sebagai tempat untuk beristirahat dan memulihkan diri. Ingatlah bahwa setiap lelah yang kita rasakan mengandung pahala, setiap kecewa menyimpan makna, dan setiap doa akan menemukan waktunya.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 04/05/2026 11:23
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡