Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jelang In TuXCo #3, 30 Siswa SDMM Siap Bawa Budaya Indonesia ke Malaysia dan Singapura

Iklan Landscape Smamda
Jelang In TuXCo #3, 30 Siswa SDMM Siap Bawa Budaya Indonesia ke Malaysia dan Singapura
Kepala Sekolah, Program Consultant, Guru Pendamping, Penjab ICP memandu kegiatan Final Briefing (Ema Rohmah Hayati/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 30 siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) mengikuti gladi resik dan final briefing International Study, Exchange and Collaboration Program (In TuXCo) #3, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini menjadi persiapan akhir sebelum mereka mengikuti program di Malaysia dan Singapura pada 4–9 Oktober 2026.

Berlangsung di Aula SDMM pukul 07.30–10.00 WIB, kegiatan dihadiri Program Consultant In TuXCo #3 Nurdin Somantri Wahyudin, peserta, wali siswa, dan guru pendamping. Kegiatan diawali pembukaan oleh Penanggung Jawab International Class Program (ICP) SDMM Ustazah Ema Rohmah Hayati, S.Pd., kemudian dilanjutkan arahan Kepala SDMM Ustazah Athiq Amiliyah, S.Pd.

Ustazah Athiq menegaskan bahwa In TuXCo bukan sekadar perjalanan ke luar negeri atau pertunjukan. Program tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenal budaya berbeda, melatih kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi.

“Jangan hanya menjadi peserta yang melihat dan mengikuti kegiatan, tetapi menjadi pembelajar yang aktif. Gunakan kesempatan bertemu siswa dan guru dari negara lain untuk berkomunikasi, bertanya, dan belajar,” pesannya.

Mantapkan Performance

Gladi resik dilanjutkan dengan latihan berbagai performance yang akan ditampilkan dalam kunjungan sekolah di Malaysia. Penampilan tersebut meliputi MC, tilawah dan translation bahasa Inggris, Tapak Suci, Indonesian Cultural Medley melalui choir, Traditional Costume Parade, serta Maumere.

Ustazah Ema menjelaskan, persiapan dilakukan bertahap, mulai koordinasi siswa dan orang tua, administrasi, perlengkapan, hingga latihan.

“Gladi resik hari ini menjadi tahap akhir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan siap sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Guru pembina sekaligus pelatih choir, Ustazah Bella, mengatakan Cultural Medley Song disiapkan untuk mengenalkan keberagaman lagu Nusantara. Latihan intensif dilakukan selama sekitar dua pekan, termasuk menghafalkan lagu dan koreografi.

Salah satu siswa, Emira Mahya Maritza, mengaku sempat gugup saat gladi resik karena disaksikan banyak wali siswa. Namun, hal tersebut justru membuatnya semakin bersemangat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Saya paling menantikan kunjungan ke sekolah di Malaysia karena bisa bertukar budaya. Saya juga ingin mengenalkan keberagaman Indonesia kepada teman-teman di sana,” ungkap siswa kelas 5 Gamma tersebut.

90 Persen Siswa Siap

Program Consultant In TuXCo #3 Nurdin Somantri Wahyudin menyampaikan bahwa kesiapan peserta telah mencapai sekitar 90 persen, baik secara fisik, mental, maupun kemampuan speaking bahasa Inggris.

“Banyak hal tidak dapat dipelajari di ruang kelas, tetapi harus langsung dalam kehidupan nyata,” jelasnya. Menurutnya, pengalaman seperti proses imigrasi, check-in bagasi, hingga perjalanan ke luar negeri dapat melatih kemandirian dan kemampuan adaptasi siswa.

Dukungan orang tua turut menjadi bagian penting dalam persiapan. Nadhirotul Laily, orang tua peserta, berharap program ini dapat meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, dan wawasan global anak.

Sementara itu, Intan Eka, orang tua peserta lainnya, berharap pengalaman di Malaysia dan Singapura menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar bersosialisasi, berkomunikasi, menghargai perbedaan, dan bekerja sama.

Menjelang keberangkatan, SDMM terus mematangkan kedisiplinan waktu, kesiapan perlengkapan, komunikasi, serta transisi antar-performance. Melalui In TuXCo #3, 30 siswa diharapkan tidak hanya membawa penampilan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi duta SDMM yang mampu belajar, beradaptasi, dan membangun pengalaman global. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 04/10/2026 19:48
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu