Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Rutin Bulanan PCM Modo: Naungan Allah di Hari Akhir

Iklan Landscape Smamda
Kajian Rutin Bulanan PCM Modo: Naungan Allah di Hari Akhir
Kajian Rutin Bulanan PCM Modo: Naungan Allah di Hari Akhir. (Arfad Zaka/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pada Sabtu (25/4/2026), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Modo menyelenggarakan Kajian Rutin Bulanan yang bertempat di wilayah Modo.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran struktural dan anggota PCM Modo, organisasi otonom Nasyiatul ‘Aisyiyah dan ‘Aisyiyah, serta ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Cabang Modo.

Kajian berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan semangat keilmuan, meskipun cuaca terasa panas. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustadz Suwito, M.Pd.I., yang juga merupakan pengajar di Pondok Pesantren Al-Mizan Lamongan.

Dalam penyampaiannya, beliau membuka kajian dengan doa dan harapan agar kondisi panas yang dirasakan saat ini menjadi pengingat agar kelak terhindar dari panasnya akhirat.

Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dari jamaah serta memberikan banyak pengingat tentang kehidupan akhirat dan pentingnya menjaga amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Suwito menyampaikan hadis tentang keadaan manusia di Padang Mahsyar sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa manusia akan dikumpulkan di Bumi Syam.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Disebutkan bahwa manusia akan datang dalam berbagai keadaan, ada yang berkendaraan, berjalan kaki, dan ada pula yang digiring di atas wajah mereka. Penyebutan ini diulang hingga tiga kali sebagai penegasan akan dahsyatnya hari tersebut.

Inti materi kajian membahas tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu:

  1. Pemimpin yang adil, yakni pemimpin yang menjalankan amanah dengan penuh kejujuran dan keadilan.
  2. Pemuda yang tekun beribadah kepada Allah, sebagai generasi penerus yang akan memakmurkan masjid. Disampaikan bahwa apabila tidak terdengar suara anak-anak di masjid, maka 10–20 tahun ke depan masjid akan menjadi sepi.
  3. Seseorang yang hatinya terpaut pada masjid, yaitu mereka yang memakmurkan masjid, baik secara fisik maupun rohani melalui ibadah dan kegiatan keagamaan.
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah. Dalam hal ini juga ditekankan pentingnya menjaga silaturahmi karena dapat meluaskan rezeki dan menunda ajal. Sebaliknya, memutus tali silaturahmi termasuk dosa besar dan dapat menyebabkan amal tidak diterima.
  5. Seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh wanita cantik dan berkedudukan, namun menolak dengan berkata, “Aku takut kepada Allah.”
  6. Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi, demi menjaga keikhlasan dalam beramal.
  7. Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata, karena mengingat dosa-dosa dan keagungan Allah.

Selain itu, beliau juga menyampaikan pesan Rasulullah tentang amalan sederhana namun bernilai besar, yaitu beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya, menegakkan salat, menunaikan zakat, serta menjaga silaturahmi.

Kajian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 26/04/2026 14:11
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡