Kakak jangan pergi! Seruan itu terdengar dari sejumlah siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) saat berpamitan dengan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jumat (16/10/2026).
Suasana haru mewarnai perpisahan yang berlangsung setelah para mahasiswa menjalani tugas selama kurang lebih dua bulan di sekolah tersebut. Kedekatan yang terjalin selama mendampingi siswa dalam kegiatan pembelajaran membuat momen pamitan itu terasa emosional.
Salah satu mahasiswa PLP, Noor Camelia Ezzana, yang akrab disapa Kak Amel, menyampaikan bahwa pada Senin (19/10/2026) para dosen dari kampus akan menjemput mereka setelah masa penugasan berakhir.
“Insyaallah pada hari Senin, 19 Oktober 2026, akan ada penjemputan dari para dosen kami setelah dua bulan kami diantar untuk bertugas di SD Muhammadiyah 6 ini,” ujar Amel.
Dalam kesempatan tersebut, Amel menyampaikan terima kasih kepada guru pamong atas bimbingan yang diberikan serta kepada para siswa yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan praktik mengajar.
“Anak-anakku yang tersayang, Kakak menyampaikan ucapan terima kasih telah membantu Kakak dalam menyelesaikan tugas kuliah Kakak,” tuturnya.
“Kakak Akan Melanjutkan Kuliah”
Amel kemudian meminta para siswa menuliskan kesan dan pengalaman mereka selama berinteraksi dengannya dalam dua bulan terakhir.
Di tengah kegiatan itu, Ezzyan Adzkiyaa Al Izzati, siswa kelas 2-A, bertanya dengan polos.
“Lho, Kakak mau ke mana?” tanya Ezzy.
“Kakak akan melanjutkan kuliah karena tugas Kakak di sini sudah selesai,” jawab Amel.
Mendengar penjelasan tersebut, sejumlah siswa spontan berseru, “Kakak jangan pergi!” Sebagian dari mereka merengek, bahkan ada yang meneteskan air mata.
Momen itu memperlihatkan kedekatan yang telah terbangun antara mahasiswa PLP dan siswa selama proses pembelajaran. Bagi anak-anak, kehadiran para mahasiswa bukan sekadar pendamping belajar, tetapi juga teman berinteraksi dan berbagi pengalaman di sekolah.
Amel kemudian membagikan selembar kertas kepada siswa untuk menuliskan kenangan mereka selama mengikuti kegiatan bersama. Meski harus berpisah, anak-anak tetap antusias menyampaikan kesan masing-masing.
Setelah seluruh lembar tulisan terkumpul, Amel membagikan makanan ringan untuk dinikmati bersama. Suasana sederhana itu menjadi penutup kebersamaan mereka sebelum para mahasiswa mengakhiri masa tugas di SD Musix.
Pengalaman Berharga bagi Mahasiswa dan Siswa
Salah satu guru pamong, Muhammad Arifin, mengaku terharu menyaksikan kedekatan yang terjalin antara mahasiswa PLP dan para siswa.
“Kami merasa terharu menyaksikan perpisahan mereka. Mereka selalu berkolaborasi dan berinteraksi selama menjalankan tugas perkuliahan di SD Musix,” ujarnya.
Selama menjalani program PLP, para mahasiswa tidak hanya melaksanakan praktik mengajar, tetapi juga menyusun modul ajar serta membangun interaksi personal dan sosial di lingkungan sekolah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mahasiswa mengenal secara langsung dunia pendidikan, mulai dari persiapan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan di kelas, hingga membangun hubungan dengan siswa dan warga sekolah.
Bagi para siswa, kehadiran mahasiswa PLP juga memberikan pengalaman belajar dan interaksi yang berbeda. Sementara itu, bagi mahasiswa, kebersamaan selama dua bulan menjadi pengalaman berharga dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik.
Perpisahan pada Jumat itu pun bukan sekadar penanda berakhirnya masa penugasan. Di balik seruan “Kakak jangan pergi!” dan air mata yang mengiringinya, tersimpan kenangan tentang kebersamaan, proses belajar, serta hubungan hangat yang tumbuh selama mahasiswa PLP menjalankan tugas di SD Musix. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments