Di era transformasi digital, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung saja tidak lagi cukup. Anak-anak juga perlu dibekali keterampilan berpikir komputasional (computational thinking). Inilah yang dihadirkan SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik melalui pembelajaran Koding & Kecerdasan Artificial (KKA).
Seluruh siswa kelas 2 antusias mengikuti awal pembelajaran KKA pada Rabu (22/7/2026). Dengan tampilan yang penuh warna dan dikemas seperti permainan, mereka belajar menyusun urutan perintah (sequence), mengenali pola, hingga menyelesaikan berbagai misi secara bertahap. Tanpa mereka sadari, setiap tantangan yang berhasil diselesaikan menjadi latihan berpikir logis dan memecahkan masalah.
Pembelajaran coding di SDMM tidak diarahkan agar anak-anak menjadi programmer dalam waktu singkat. Sebaliknya, coding dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun cara berpikir yang runtut, kritis, kreatif, sekaligus menumbuhkan keberanian mencoba berbagai alternatif solusi.
Pengajar KKA kelas 2, Reza Dwi Anistawati, S.Pd, Rere sapaannya, menjelaskan bahwa pembelajaran coding diberikan secara bertahap sesuai perkembangan kemampuan peserta didik.
“Tujuan pembelajaran ini agar anak-anak mengenal teknologi dan memahami coding secara sederhana melalui permainan. Mereka belajar sambil bermain sehingga tidak merasa terbebani,” ujarnya.
Menurut Rere, siswa kelas 2 memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap teknologi. Karena itu, pembelajaran di laboratorium komputer selalu menjadi momen yang mereka nantikan.
“Anak-anak selalu bersemangat ketika jadwal KKA di laboratorium komputer. Mereka merasa belajar dengan cara yang berbeda, lebih menyenangkan, dan tidak monoton. Antusiasme itu membuat mereka lebih mudah memahami setiap tantangan yang diberikan,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembelajaran KKA dilaksanakan secara berjenjang. Saat berada di kelas 1, siswa diperkenalkan pada materi basic coding. Memasuki kelas 2, mereka mulai mempelajari level sequence, yang terdiri atas beberapa tahapan hingga mengenal konsep function, yaitu penggunaan satu rangkaian perintah untuk menyelesaikan tantangan secara lebih efektif.
Antusiasme Siswa
Antusiasme siswa terlihat dari cerita mereka setelah mengikuti pembelajaran. Sagara Alken Ilmi, siswa kelas 2 Bumblebee, mengaku selalu antusias.
“Belajar coding itu seru,” katanya penuh semangat.
Hal serupa disampaikan Alesha Tsalitsefa Leksono, siswi kelas 2 Ladybug. Menurutnya, belajar coding membuat pelajaran terasa lebih menyenangkan.
“Aku senang belajar coding karena permainannya seru dan membuatku ingin terus mencoba sampai berhasil,” ujarnya.
Sementara itu, Nashwan Ibnu Kasef, siswa dari kelas 2 Firefly berhasil menyelesaikan Level akhir dengan cepat. Baginya, latihan yang dilakukan di rumah menjadi kunci untuk terus berkembang.
“Seru kodingnya, level 15 tuntas karena latihan juga di rumah,” ungkap Nashwan dengan bangga.
Ketekunan Nashwan menunjukkan bahwa pembelajaran yang menarik mampu menumbuhkan motivasi belajar secara mandiri. Ketika anak menikmati proses belajar, mereka terdorong untuk terus berlatih tanpa harus selalu diminta.
Melalui program KKA, SD Muhammadiyah Manyar terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, penguasaan berpikir komputasional menjadi bekal penting agar anak tidak hanya mahir menggunakan perangkat digital, tetapi juga mampu berpikir kritis, menyusun strategi, bekerja secara sistematis, dan menemukan solusi atas berbagai persoalan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments