Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketika Keikhlasan Berqurban Warga Campurejo Menjelma Menjadi Tiga Pilar Mukmin Sejati

Iklan Landscape Smamda
Ketika Keikhlasan Berqurban Warga Campurejo Menjelma Menjadi Tiga Pilar Mukmin Sejati
Ketika Keikhlasan Berqurban Warga Campurejo Menjelma Menjadi Tiga Pilar Mukmin Sejati
pwmu.co -

Pagi itu, langit di atas Tanah Lapang Desa Campurejo tampak sedikit mendung, seolah ikut memberi rasa sejuk dan tersenyum menyambut langkah kaki ratusan warga yang berbondong-bondong merapatkan shaf. Guna melaksanakan salat iduladha pada Rabu (27/5/2026)

Di bawah bendera Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Campurejo, Kecamatan Panceng, gema takbir membubung tinggi, menggetarkan dada siapa saja yang mendengarnya.

Iduladha 1447 Hijriah kali ini bukan sekadar ritual tahunan. Di balik hamparan sajadah dan lambaian angin pagi, ada cerita tentang cinta, pengorbanan, dan gotong royong yang bergerak sunyi namun nyata di tengah masyarakat.

Ketukan Pintu Langit Lewat Deru Qurban

Sebelum kening bersujud ke bumi, sebuah pengumuman dibacakan. Abdul Fakiq, M.Pd., Sekretaris Takmir Masjid Al-Ikhlash Campurejo, maju ke depan mikrofon. Suaranya lantang namun bergetar haru saat membacakan angka-angka yang bukan sekadar statistik, melainkan bukti cinta warga kepada sang Pencipta.

Melalui tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-PRM Campurejo, hewan qurban mengalir bagai mata air keikhlasan:

Pertama: Masjid Al-Ikhlash mampu menghimpun 1 ekor sapi dan 44 ekor kambing.
Kedua: MI Muhammadiyah 2 Campurejo, mengumpulkan 2 ekor sapi dan 29 ekor kambing.
Ketiga: SMP Muhammadiyah 13 Campurejo, menyumbang 1 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

Total jepretan kebaikan itu terkumpul 4 ekor sapi dan 83 ekor kambing. Angka yang fantastis untuk sebuah ranting. Namun bagi warga Campurejo, ini adalah cara mereka mengetuk pintu langit—membuktikan bahwa ego dan harta duniawi terlalu kecil jika dibandingkan dengan rasa syukur.

Tiga Pesan Indah dari Gresik: Menempa Jiwa Mukmin

Suasana berubah menjadi begitu khidmat saat Ustad Nafan Abu Manshur naik ke atas mimbar. Dai asal Gresik yang bertindak sebagai Imam dan Khotib ini tidak sedang berceramah dengan nada tinggi, melainkan sedang mengetuk pintu-pintu hati jamaah yang terdiam terpaku.

“Iduladha adalah cermin besar bagi kita,” ujar Ustad Nafan di awal khotbahnya. Beliau mengajak jamaah menengok kembali sejarah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, bukan sekadar sebagai dongeng masa lalu, tapi sebagai standar kualitas seorang hamba.

Secara mendalam, beliau menguraikan 3 ciri kualitas mukmin sejati yang harus dibawa pulang oleh jamaah dari lapangan hari itu:

SMPM 5 Pucang SBY

Pertama: Akidah yang Bersih: Iman yang Tak Boleh Goyah

Ustad Nafan mengingatkan bahwa qurban adalah simbol penyerahan total. Mukmin yang berkualitas adalah mereka yang membersihkan hatinya dari segala “berhala modern” dan kesyirikan. Di tengah badai cobaan hidup dan zaman yang kian berputar cepat, iman seorang mukmin tidak boleh goyah. Mereka harus konsisten, tegak lurus, dan istikamah dalam menjalankan syariat Allah SWT. Seperti Ibrahim yang tak ragu sedikit pun saat perintah menyembelih itu datang.

Kedua: Ibadah yang Baik: Bukan Sekadar Penggugur Kewajiban

Ciri kedua adalah bagaimana kita memperlakukan hubungan kita dengan Allah. Ibadah yang baik bukanlah ibadah yang dilakukan terburu-buru atau sekadar rutinitas tanpa jiwa. Setiap ruku, sujud, dan hewan yang disembelih hari ini haruslah menjadi ibadah yang “hidup”—dikerjakan dengan cara yang benar dan hati yang penuh kerendahan.

Ketiga: Akhlak yang Mulia: Menjadi Rahmat Bagi Sesama

Pesan penutup ini menjadi yang paling menyentuh hati. Ustad Nafan menekankan bahwa kesalehan seseorang tidak ada artinya jika ia tidak membawa manfaat bagi sesama. Akhlak yang baik adalah buah dari akidah dan ibadah yang benar. Memotong hewan qurban hari ini adalah simbol menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri kita: sifat egois, serakah, dan acuh pada tetangga. Seorang mukmin sejati akan pulang ke rumah dengan hati yang lebih lembut, lebih peduli, dan lebih mengasihi manusia di sekitarnya.

Pulang Membawa “Hati yang Baru”

Matahari kian meninggi di Lapangan Campurejo ketika jamaah mulai saling bersalaman, bermaaf-maafan dengan senyum merekah. Ada kehangatan yang menjalar di dada setiap orang yang hadir.

Hari ini, warga PRM Campurejo tidak hanya berhasil mengumpulkan puluhan hewan qurban yang akan mengenyangkan perut mereka yang membutuhkan. Lebih dari itu, mereka pulang ke rumah masing-masing membawa bekal spiritual yang mahal: tekad untuk memperbaiki akidah, membaguskan ibadah, dan memperindah akhlak.

Dari tanah lapang kecil di Kecamatan Panceng ini, sebuah pesan besar dikirimkan ke dunia: bahwa kebahagiaan sejati hanya akan lahir ketika kita berani memberi, berani berkorban, dan berani mencintai Allah di atas segalanya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 27/05/2026 11:30
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu