Semarak Gelar Karya SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) tahun 2026 kian bermakna dengan hadirnya Bazar Sehat yang mendapat apresiasi dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo, Farida Farah Zakiyah, S.Gz. Kegiatan ini berlangsung di halaman depan sekolah pada Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ruang edukatif sekaligus inspiratif dalam menumbuhkan kesadaran gizi sehat di kalangan pelajar, di tengah kecenderungan generasi muda yang lebih memilih makanan instan.
Kepala SPPG Kabupaten Sidoarjo, Farida Farah Zakiyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Gelar Karya yang digelar Smamita. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran gizi yang bermakna bagi peserta didik.
Farida menilai, dari total 21 stan yang ditampilkan, siswa mampu menghadirkan konsep produk yang kuat, kreatif, dan selaras dengan edukasi gizi.
“Kalau saya menilai dari kegiatan Bazar Sehat siswa Smamita ini, saya memberikan apresiasi yang tinggi. Konsepnya kuat, kreativitasnya terasa, dan rasanya pun enak,” ungkapnya.
Ia mengaku terkesan dengan keberanian siswa menggunakan bahan-bahan noninstan. Salah satunya saat menjumpai siswa yang mampu membuat yogurt secara mandiri.
“Saya sampai bilang, ‘Wah, bisa ya kepikiran membuat yogurt sendiri.’ Penataannya juga cantik dan dihias secara kreatif. Ini patut diberi jempol,” ujarnya.
Meski demikian, Farida memberikan catatan terkait minimnya olahan makanan lokal. Dari 21 stan, ia mencatat hanya sekitar dua stan yang menampilkan menu berbasis pangan lokal.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, khususnya para ahli gizi, untuk terus menyosialisasikan bahwa makanan lokal kita sangat kaya dan tidak kalah bergizi dibanding makanan Barat,” tegasnya.
Ia mencontohkan salah satu menu inovatif dari siswa kelas XI yang dinilai menarik, yakni puding berbahan dasar ketan yang dipadukan dengan chia seed, yogurt, dan oatmeal serta diberi tambahan madu.
“Rasanya pas, manisnya seimbang, dan susunannya rapi. Ini contoh kreasi yang sangat baik,” jelasnya.
Selain itu, Farida juga mengapresiasi kreasi dimsum buatan siswa yang dinilainya tidak kalah dengan sajian restoran. Dimsum tersebut disajikan dengan kuah kaldu ceker, dengan komposisi 60 persen daging ayam serta 40 persen campuran tepung dan sayuran.
“Saya tanya langsung komposisinya, dan ini sudah sangat baik dari sisi gizi,” katanya.
Ia berharap ke depan para siswa semakin mengenal dan mencintai makanan lokal, tidak hanya terpaku pada tren kuliner Barat.
“Makanan lokal bisa kita kreasikan. Misalnya sayur lodeh, santannya bisa diganti dengan fiber cream agar lebih sehat,” sarannya.
Farida menegaskan bahwa secara umum Gelar Karya Smamita telah sejalan dengan prinsip gizi seimbang B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).
“Pesan saya ada dua. Pertama, terus tingkatkan kreativitas karena itu sangat berpengaruh. Kedua, ayo lebih menggali lagi makanan lokal, khususnya Jawa Timur. Tidak perlu jauh-jauh, Jawa Timur saja sudah sangat kaya,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments