Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menekankan pentingnya budaya akademik dan kualitas lingkungan kampus saat melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada Sabtu (16/5/2026).
Kunjungan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pusat Kampus 1 Umsida itu menjadi momentum silaturahmi sekaligus penyampaian berbagai pesan strategis terkait pengembangan perguruan tinggi, penguatan budaya mutu, hingga peningkatan kontribusi kampus bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri didampingi Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, Prof Dyah Syawitri.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh Msi, Wakil Ketua BPH Umsida, Prof Achmad Jainuri, Bendahara BPH Umsida, Ir Tamhid Mashudi, para dekan, serta jajaran pimpinan unit di lingkungan Umsida.
Dalam sambutannya, Prof Brian mengapresiasi perkembangan Umsida yang dinilai terus menunjukkan pertumbuhan positif sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya mutu hingga pada detail-detail kecil di lingkungan kampus.
“Kampus yang maju itu salah satu cirinya adalah perfect in detail. Jadi dalam hal-hal kecil pun mereka memperhatikan kualitas dengan sangat serius,” ujarnya.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan pola pikir dan karakter mahasiswa.
Karena itu, pelayanan kampus, budaya kerja, kedisiplinan, hingga lingkungan yang tertata dinilai memiliki peran penting dalam membangun mindset mahasiswa.
Prof Brian juga membagikan pengalamannya saat menjadi profesor tamu di Jepang dan Korea Selatan.
Ia menilai, salah satu faktor utama kemajuan perguruan tinggi di negara maju adalah budaya kerja yang disiplin, rapi, dan konsisten menjaga kualitas.
Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun atmosfer akademik yang mampu menumbuhkan growth mindset dan profesionalisme mahasiswa sejak dini.
Selain menyampaikan pesan kepada pimpinan kampus, Mendiktisaintek juga memberi perhatian khusus terhadap pengembangan karier akademik dosen.
Ia meminta agar kampus hadir memberikan layanan dan pendampingan sistematis dalam proses kenaikan jabatan akademik.
“Jangan biarkan dosen berjuang sendiri untuk naik pangkat. Kampus harus membantu secara sistematis,” tegasnya.
Menurut Prof Brian, seluruh dosen seharusnya dipersiapkan untuk mencapai jenjang profesor.
Ia menilai, apabila karier akademik dirancang dengan baik sejak awal, maka dalam rentang sekitar 20 tahun pengabdian seorang dosen dapat mencapai jabatan profesor.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya budaya publikasi ilmiah dan riset di lingkungan perguruan tinggi.
Dosen didorong aktif menulis serta memanfaatkan hasil tugas akhir mahasiswa menjadi karya publikasi bersama.
Dalam bidang pengabdian masyarakat, Prof Brian mendorong kampus mengambil peran nyata dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan sosial, salah satunya pengelolaan sampah berbasis kampus.
Ia berharap perguruan tinggi dapat menjadi pusat inovasi sekaligus edukasi lingkungan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Menutup sambutannya, Prof Brian menyampaikan apresiasi kepada para dosen sebagai ujung tombak pendidikan tinggi.
“Makin besar tantangan mendidik mahasiswa, makin besar pula nilai pengabdian dan pahala yang diperoleh,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh Msi, memaparkan perkembangan Umsida yang kini terus bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, Umsida saat ini membina sekitar 11.500 mahasiswa yang tersebar di enam fakultas dan 37 program studi.
“Kami sekarang sedang membina sekitar 11.500 mahasiswa yang tersebar di 6 fakultas dan 37 program studi. Alhamdulillah kami juga sudah terakreditasi unggul oleh BAN-PT,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak 2025 Umsida telah masuk klaster mandiri, yakni klaster tertinggi dalam pemeringkatan perguruan tinggi oleh Kemendiktisaintek.
“Dari hasil pemeringkatan penelitian, publikasi, dan inovasi yang dilakukan oleh Kemendik tahun 2025, Umsida menempati peringkat 6 dari sekitar 4.600an PTN-PTSI Indonesia, tepat di bawah IPB, Unair, UGM, UI, ITS,” terang Dr Hidayatulloh.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari komitmen Umsida dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penguatan budaya akademik.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah praktik baik dari perguruan tinggi luar negeri yang disampaikan Menteri sebenarnya telah mulai diterapkan di Umsida dan akan terus diperkuat.
“Kunjungan pak Mendiktisaintek memberikan spirit bagi warga Umsida untuk terus berkembang di kancah nasional dan global,” terangnya.





0 Tanggapan
Empty Comments