Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua Kwarwil HW Jatim: Perkaderan Harus Menjadi Budaya Organisasi

Iklan Landscape Smamda
Ketua Kwarwil HW Jatim: Perkaderan Harus Menjadi Budaya Organisasi
Fathurrahim Syuhadi saat memberikan sambutan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, menegaskan bahwa perkaderan harus menjadi budaya yang terus hidup dalam organisasi.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Jaya Melati I yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Bojonegoro bertempat di MIM 12 Sumuragung Sumberrejo, Senin (27/7/2026).

Menurut Fathurrahim, Jaya Melati I merupakan model perkaderan resmi Hizbul Wathan yang dirancang untuk mencetak calon pembina di setiap qobilah. Keberadaan pembina yang kompeten menjadi kebutuhan yang sangat mendesak agar proses pendidikan kepanduan di tingkat qobilah dapat berjalan secara optimal.

“Perkaderan tidak boleh hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi harus menjadi budaya organisasi. Dengan budaya perkaderan yang kuat, regenerasi kepemimpinan dan pembinaan di Hizbul Wathan akan terus terjaga,” ujar penulis buku Sejarah HW Jawa Timur ini.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah pelatih dan pembina lulusan Jaya Melati I masih jauh dari kebutuhan. Rasio antara jumlah peserta didik dengan pelatih di banyak qobilah dinilai belum seimbang sehingga memerlukan percepatan kaderisasi.

Karena itu, Fathurrahim menilai penyelenggaraan Pelatihan Jaya Melati I oleh Kwarda HW Bojonegoro merupakan momentum yang sangat strategis. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kwarda Bojonegoro dalam menjadikan perkaderan sebagai program prioritas untuk memperkuat organisasi di masa depan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kwarda Hizbul Wathan Bojonegoro yang telah menyelenggarakan Jaya Melati I ini. Semoga menjadi awal yang baik untuk melahirkan kader-kader pembina yang tangguh dan berkomitmen mengembangkan Hizbul Wathan di setiap qobilah,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, sinergi antara persyarikatan dengan Hizbul Wathan menjadi modal penting dalam memperkuat sistem perkaderan di lingkungan Muhammadiyah.

Pembukaan Pelatihan Jaya Melati I juga dihadiri sejumlah tokoh senior Hizbul Wathan. Di antaranya Ramanda Sadullah (80 tahun) pernah menjabat sebagai Ketua Kwarda HW Bojonegoro periode kedua setelah Ramanda A Syarwani. Kehadiran tokoh senior tersebut menjadi inspirasi sekaligus bukti kesinambungan perjuangan kader Hizbul Wathan dari generasi ke generasi.

Melalui pelatihan Jaya Melati ini diharapkan lahir pelatih dan pembina baru yang mampu menggerakkan qobilah secara aktif, memperkuat karakter kader, serta menjadikan budaya perkaderan sebagai fondasi utama kemajuan Hizbul Wathan di Bojonegoro maupun Jawa Timur. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 31/07/2026 09:36
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu