Sisi lain sejarah KH Mas Mansur terkuak ke publik. Sosok pahlawan nasional dari Muhammadiyah ini ternyata memiliki peran vital sebagai inisiator berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).
Fakta historis ini kembali diungkapkan dalam acara “Refleksi 130 Tahun Kelahiran KH Mas Mansur” yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang digagas Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) PDM Surabaya ini bukan sekadar seremonial.
Acara ini menjadi ruang dialog penting bagi perwakilan keluarga KH Mas Mansur, pengurus PDM Surabaya, hingga penggiat sejarah untuk menyatukan narasi perjuangan tokoh besar yang selama ini masih tersebar.
Bendahara PDM Surabaya, Musa Abdullah, dalam pidatonya menegaskan bahwa Mas Mansur adalah potret ideal pemimpin yang mampu merangkul berbagai elemen.
Kedekatannya dengan tokoh-tokoh pendiri NU adalah bukti otentik moderasi dan ukhuwah yang dicontohkan para pendahulu.
”Mas Mansur adalah bagian dari tim inisiator berdirinya NU melalui diskusi intensif di Tasywirul Afkar. Beliau adalah simbol bahwa bagi warga Muhammadiyah, merawat ukhuwah tidak akan pernah menggerus prinsip tauhid yang sudah mendarah daging,” jelas Musa.
Penyerahan Lukisan sebagai Simbol Estafet Perjuangan
Momen paling khidmat dalam acara ini adalah penyerahan lukisan KH Mas Mansur oleh perwakilan keluarga kepada PDM Surabaya.
Lukisan tersebut diserahkan sebagai simbol estafet nilai-nilai kepemimpinan dan semangat perjuangan sang tokoh kepada generasi penerus di lingkungan persyarikatan.
Penerimaan lukisan ini disambut hangat oleh jajaran PDM Surabaya. Simbol ini menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa tugas utama saat ini adalah merawat warisan pemikiran Mas Mansur, baik dalam konteks dakwah maupun pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kami berharap, refleksi ini mampu menginspirasi generasi muda untuk meneladani spirit perjuangan KH Mas Mansur yang melampaui sekat-sekat organisasi, demi terciptanya harmoni umat yang lebih kuat,” terang Andi Hariyadi, Ketua MPID PDM Surabaya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments