Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Sang Penakluk Konstantinopel di Usia 21 Tahun

Iklan Landscape Smamda
Kisah Sang Penakluk Konstantinopel di Usia 21 Tahun
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar drh Sri Widodo saat menyampaikan kuliah subuh di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Kota Blitar, Sabtu (25/7/2026). (Darmo Putra/PWMU.CO).
pwmu.co -

Udara dingin menyelimuti kota Blitar pada Sabtu (25/7/2026) tidak menjadi halangan para jama’ah Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Kota Blitar untuk hadir shalat subuh berjama’ah dan dilanjutkan kuliah subuh.

Setiap Sabtu pagi jadwal kuliah subuh ditetapkan sebagai oleh kader muda Muhammadiyah, Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar dan Pengurus takmir masjid At Taqwa Muhammadiyah Kota Blitar.

Pada Sabtu (25/7/2026) atau 11 Shafar 1448 H kali ini, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar drh Sri Widodo bertindak sebagia penceramah.

Kisah Singkat Muhammad Al Fatih

Pada kuliah subuh kali ini, dr Sri Widodo mengangkat tema: “Hikmah Sang Penakluk Konstantinopel Umur 21 Tahun”, yaitu Muhammad Al Fatih.

Setelah salat jama’ah subuh, drh Sri Widodo yang mengawali kuliah subuhnya dengan menyampaikan sebuah hadist yang artinya:

“Sesungguhnya konstantinopel itu pasti akan dibuka atau ditaklukkan dan sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpinnya yang menaklukkannya dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukannya (HR. Ahmad).

Hadist ini oleh imam Al Hakim dan Adz Dzahabi dinyatakan Shohih. Tetapi beberapa pendapat menyatakan lemah.

Hadist ini sekaligus menjadi motivator mental Syekh Aag Syamsudin kepada Al Fatih bahwa penakluk konstantinopel itu adalah Al Fatih.

Ketua LDK PDM Kota Blitar, menyampaikan dengan singkat kisah Muhammad Al Fatih dari lahir sampai menaklukkan Konstantinopel.

Sewaktu ibunda Al Fatih, Huma Hatun, dalam proses melahirkan, Ayah Al Fatih yaitu Sultan Murad II membacakan Al-Qur’an untuk menenangkan istrinya tersebut.

Ketika membaca QS Al Fath, Al Fatih lahir pada 27 Rojab 835 H/30 Maret 1432 M. Sehingga ia diberi nama Mehmed bin Murat yang lebih dikenal dengan nama Muhammad Al Fatih.

Muhammad Al Fatih kecil merupakan anak pemalas bersifat sombong merasa paling kaya paling berilmu dan paling berkuasa walaupun semuanya itu milik ayahnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Setiap guru yang datang ditertawakan, dilecehkan dan diabaikan. Kemudian Sultan Murad II mengangkat dua guru untuk mendidik Al Fatih yaitu Syekh Ahmad bin Ismail Al Qur’ani, dan Syekh Aag Syamsudin.

Guru Muhammad Al Fatih

Lebih lanjut, Syekh Ahmad bin Ismail Al Qur’ani merupakan seorang yang tegas dan diberikan kewenangan mutlak bahkan boleh memukul Al Fatih.

Mendidik dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan dengan tegas kalau tidak mengikutinya dipukul dengan pukulan. Dididik menjadi anak yang Sholeh, menghafal Al Qur’an, tatakrama, kedisiplinan, mempunyai mental baja sebagai Sultan.

Di sisi lain, Syekh Aag Syamsudin merupakan seorang dokter kekhalifahan yang sangat fasih dalam ilmu fiqih hukum Islam. Ia merupakan guru spiritual, penasehat utama dan motivator mental yang terus menanamkan keyakinan tentang hadis penaklukan konstantinopel kepada al-fatih.

Dari didikan kedua gurunya tersebut yang Muhammad Al Fatih menjadi seorang yang bisa menggabungkan kekuatan spiritual ketaqwaan kepada Allah dan kekuatan material seperti ilmu sains, menguasai beberapa bahasa, strategi perang, dan ilmu lainnya.

Untuk menaklukkan Konstantinopel, jalan yang ia lalui tidak begitu mulus. Al-Fatih memiliki sejumlah strategi utama yang menjadi kunci kesuksesannya, yaitu membangun benteng, pembuatan dermaga dan pangkalan militer, memperkuat armada laut, membuat meriam raksasa hingga memindahkan kapal perang melalui bukit galata.

Upayanya membuahkan hasil karena pada usia 21 tahun, Muhammad Al Fatih bisa menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) pada  Selasa, 25 mei 1453 M yang berkuasa selama hampir 11 Abad.

Mengakhiri ceramahnya, drh Sri Widodo menyampaikan beberapa hikmah yang bisa diambil. Di antaranya adalah bahwa Untuk Muhammad Al Fatih yang masa kecilnya pemalas dan sombong dididik oleh guru yang penuh kasih sayang, penuh kelembutan dan tegas.

Kemudian penanaman keyakinan hadist Nabi yang diulang-ulang serta memadukan ketaqwaan kepada Allah dan ilmu sains turut mendorong Muhammad Al Fatih umur 21 mampu menaklukkan konstantinopel.

Hal ini bisa ditiru untuk generasi penerus yang harus disiapkan sedari dini agar menguasai ilmu agama maupun ilmu pengetahuan, serta menjadi bekal sukses dunia akhirat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 25/07/2026 22:28
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu