Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN MAs Duwantaraya Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Siap Jual

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN MAs Duwantaraya Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Siap Jual
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 05 Duwantaraya mengajak warga mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai jual melalui program Cantika atau Ciptakan Aromaterapi dari Minyak Jelantah, Cantik dan Berdaya Jual.

Kegiatan sosialisasi sekaligus pelatihan tersebut digelar di Desa Petung Sewu, Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada 21 Agustus 2026. Sebanyak 35 ibu-ibu mengikuti kegiatan yang tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga praktik pembuatan lilin aromaterapi hingga menjadi produk jadi.

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi pada umumnya, para peserta langsung diajak mempraktikkan proses pengolahan minyak jelantah. Mahasiswa juga memberikan materi mengenai strategi pemasaran serta teknik pengemasan agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual.

Program tersebut menjadi salah satu kegiatan pengabdian unggulan KKN MAs Kelompok 05 Duwantaraya selama pelaksanaan KKN. Sasaran kegiatan difokuskan kepada ibu-ibu rumah tangga yang dinilai sering bersinggungan langsung dengan minyak jelantah dalam aktivitas memasak sehari-hari.

Gagasan Cantika berawal dari keprihatinan mahasiswa terhadap kebiasaan membuang minyak jelantah tanpa pengolahan. Limbah tersebut berpotensi mencemari tanah dan sumber air apabila dibuang sembarangan.

Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Praktik dilakukan secara langsung hingga menghasilkan produk yang siap digunakan.

Tidak berhenti pada proses produksi, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai cara memasarkan produk melalui penjualan langsung maupun media sosial.

Teknik pengemasan turut diperkenalkan agar produk yang dihasilkan memiliki tampilan menarik dan layak dipasarkan.

SMPM 5 Pucang SBY

Penanggung Jawab Program Kerja Cantika, Nizardi dari Universitas Muhammadiyah Muara Bungo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang dengan menggabungkan sosialisasi dan praktik agar manfaatnya dapat langsung dirasakan peserta.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi ibu-ibu langsung mempraktikkan pembuatan lilinnya hingga jadi. Kami juga membekali cara memasarkan dan mengemas produk agar benar-benar siap dijual, bukan sekadar menjadi kerajinan tangan,” ujarnya.

Menurutnya, peserta diharapkan memiliki bekal keterampilan yang mencakup proses produksi, pemasaran, dan pengemasan.

Dengan keterampilan tersebut, ibu-ibu di Desa Duwet diharapkan dapat mulai mengembangkan usaha rumahan tanpa harus mengikuti pelatihan lanjutan.

Melalui Cantika, mahasiswa KKN MAs Duwantaraya berharap pengolahan limbah rumah tangga dapat dilakukan secara kreatif sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha rumahan yang berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 24/08/2026 10:37
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu