MDMC Jawa Timur yang diwakili Disaster Medical Committee (DMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Ahad (22/08/2026).
Dalam respons kemanusiaan yang dilakukan di wilayah tersebut, tim DMC RSML juga ikut membantu berbagai kebutuhan masyarakat di sekitar posko pengungsian. Mulai dari memperbaiki sarana air bersih, menjaga kebersihan lingkungan posko, hingga terlibat dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak.
Pelayanan dilakukan dengan pendekatan mobile. Tim mendatangi posko-posko pengungsian untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan warga. Cara ini dilakukan agar bantuan tidak hanya terpusat pada satu titik, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Membantu Sarana Air Bersih
Salah satu kebutuhan penting yang menjadi perhatian tim adalah ketersediaan air bersih. Di tengah kondisi pengungsian, air bersih menjadi kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebersihan masyarakat.
Tim DMC RSML turut membantu memperbaiki sarana air bersih yang mengalami kendala agar fasilitas tersebut dapat kembali digunakan oleh warga. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pencegahan masalah kesehatan yang dapat muncul akibat keterbatasan akses air bersih selama masyarakat berada di pengungsian.
Ikut Menjaga Kebersihan Posko
Selain air bersih, kebersihan lingkungan sekitar posko juga menjadi perhatian. Anggota DMC RSML turut terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan bersama masyarakat.
Kondisi posko yang dihuni banyak warga membutuhkan perhatian khusus agar tetap bersih dan nyaman. Kebersihan lingkungan juga penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit selama masa tanggap darurat.
Trauma Healing untuk Anak-Anak
Respons DMC RSML juga menyentuh aspek psikososial. Tim ikut dalam kegiatan trauma healing yang ditujukan terutama kepada anak-anak terdampak gempa.
Anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami ketakutan dan kecemasan setelah menghadapi bencana. Melalui permainan, interaksi, dan aktivitas bersama, mereka diberikan ruang untuk kembali beraktivitas dalam suasana yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak mengurangi rasa takut sekaligus membangun kembali rasa aman setelah mengalami peristiwa gempa.
Kebutuhan Warga Tidak Hanya Pengobatan
Dokter DMC RSML dr. Muhammad Ivanda Dewantara, yang biasa disapa dr. Ivan, mengatakan bahwa respons bencana tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan medis.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat di lapangan cukup beragam. Bukan hanya pelayanan medis, tetapi juga kebutuhan air bersih, kebersihan lingkungan, serta pendampingan psikologis, khususnya bagi anak-anak. Karena itu, kami berusaha hadir membantu sesuai kebutuhan yang ada di posko dan masyarakat sekitar,” ungkap dr. Ivan.
Menurutnya, kondisi masyarakat pascabencana membutuhkan perhatian secara menyeluruh. Kesehatan fisik, lingkungan, hingga kondisi psikologis saling berkaitan dalam proses pemulihan.
“Ketika air bersih tersedia, lingkungan lebih terjaga, dan anak-anak mendapatkan pendampingan, itu juga bagian dari pelayanan kesehatan. Kami ingin kehadiran tim tidak hanya dirasakan ketika masyarakat sakit dan membutuhkan obat,” jelasnya.
Dr. Ivan berharap kehadiran tim Muhammadiyah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat selama menjalani masa tanggap darurat.
“Harapannya, kehadiran kami tidak hanya membantu masyarakat secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan dukungan selama mereka menghadapi masa pemulihan setelah bencana,” tuturnya.
Kehadiran MDMC Jawa Timur melalui DMC RSML di Pota menjadi bentuk nyata pelayanan kemanusiaan Muhammadiyah. Tim berupaya hadir bersama masyarakat, tidak hanya untuk mengobati, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan dasar, menjaga lingkungan, serta mendampingi masyarakat dalam menghadapi dampak psikologis akibat bencana. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments