Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Aisyiyah Dupak Tekankan Pentingnya Mensyukuri Nikmat Allah

Iklan Landscape Smamda
Kajian Aisyiyah Dupak Tekankan Pentingnya Mensyukuri Nikmat Allah
Wakil Ketua PDM kota Surabaya, M Rofiq Munawi dalam Kajian Rutin Aisyiyah PRA Dupak dan PCA Krembangan di Masjid Al Azhar. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
Oleh : Nashiiruddin

Mensyukuri nikmat Allah SWT menjadi kunci penting dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua PDM Kota Surabaya M Rofiq Munawi dalam Kajian Rutin Aisyiyah PRA Dupak dan PCA Krembangan di Masjid Al Azhar, Jalan Dupak Bandarejo, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Ahad (23/8/2026).

Mengangkat tema “Urgensi Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala”, kajian tersebut mengajak jamaah untuk tidak hanya mensyukuri nikmat besar, tetapi juga menyadari berbagai nikmat kecil yang kerap luput dari perhatian.

M Rofiq Munawi mengawali kajian dengan mengingatkan firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7. Dalam ayat tersebut, Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur.

Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu nikmat terbesar yang sering baru disadari nilainya ketika seseorang jatuh sakit. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Washiḥḥataka qabla saqamika,” yang bermakna memanfaatkan masa sehat sebelum datang masa sakit.

“Ketika sehat, makanan terasa gurih, manis, dan segar. Namun ketika sakit, kenikmatan tersebut bisa berubah. Karena itu, kesehatan adalah nikmat yang harus disyukuri sebelum kita kehilangan nikmat tersebut,” jelasnya.

Nikmat yang Tak Bisa Dibeli dengan Uang

Rofiq mengajak jamaah membayangkan betapa mahalnya nikmat kesehatan jika harus dihitung dengan materi. Salah satunya adalah oksigen yang setiap saat dihirup tanpa harus membayar.

Ia kemudian mengaitkannya dengan firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu menghitung seluruh nikmat Allah.

“Banyak sekali nikmat yang kita terima setiap hari tanpa kita sadari. Bernapas, melihat, mendengar, bergerak, makan, hingga tubuh dapat menjalankan fungsinya merupakan nikmat yang luar biasa,” tuturnya.

Pesan serupa, menurutnya, juga tercermin dalam Surat Ar-Rahman yang berulang kali mengingatkan manusia dengan pertanyaan, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Pengulangan ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak mudah mengeluh dan melupakan berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Merdeka Juga Merupakan Nikmat

Dalam kajian tersebut, Rofiq juga mengaitkan rasa syukur dengan momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Menurutnya, kemerdekaan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri karena perjuangan para pendahulu untuk memperolehnya tidaklah mudah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Di dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan Indonesia terjadi atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Ini menunjukkan bahwa kemerdekaan juga harus kita syukuri,” ujarnya.

Ia mengajak jamaah membandingkan kehidupan saat ini dengan masyarakat yang masih hidup dalam situasi konflik dan peperangan. Kenyamanan untuk beraktivitas, bekerja, beribadah, belajar, bahkan sekadar menggunakan fasilitas umum merupakan nikmat yang kerap dianggap biasa.

Karena itu, menurut Rofiq, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengendalikan Keinginan agar Tidak Boros

Rofiq juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya mengelola keuangan keluarga. Menurutnya, salah satu bentuk syukur adalah menggunakan rezeki secara bijak dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Ia memberikan ilustrasi sederhana saat berbelanja. Kebutuhan seperti beras, lauk, sayuran, bawang, tomat, dan kebutuhan pokok lainnya harus menjadi prioritas.

“Kalau kita pergi ke pasar atau mal tanpa daftar kebutuhan, bisa jadi yang dibeli justru barang yang sebenarnya tidak diperlukan,” katanya.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan keinginan merupakan bagian dari rasa syukur terhadap rezeki yang Allah berikan.

Kajian ditutup dengan ajakan kepada jamaah untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, menggunakan rezeki dengan bijak, serta menjadikan setiap nikmat Allah sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 24/08/2026 09:04
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu