Adab dalam menuntut ilmu menjadi salah satu materi utama dalam hari pertama kegiatan Islamic Character and Resilience Camp bagi siswa SD Muwri di Aula Villa Fatma, Pacet, Selasa (20/10/2026).
Materi tersebut disampaikan oleh Khoirun Nisak, S.Si. Ia mengajak para siswa memahami bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan nilai akademik, tetapi juga oleh adab dan akhlak yang dimiliki.
Dalam pemaparannya, Khoirun Nisak menjelaskan bahwa ilmu dan adab merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Seorang pelajar tidak cukup hanya mampu memahami pelajaran atau menguasai berbagai pengetahuan. Lebih dari itu, ilmu harus disertai sikap hormat kepada guru, kesungguhan dalam belajar, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Ia menekankan bahwa setinggi apa pun ilmu yang dimiliki seseorang, tanpa disertai adab, ilmu tersebut dapat kehilangan makna dan kebermanfaatannya.
Oleh karena itu, belajar bukan sekadar aktivitas untuk memperoleh pengetahuan, melainkan juga proses membentuk kepribadian dan memperbaiki akhlak.
Menurutnya, adab dalam menuntut ilmu dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Di antaranya menghormati guru, mendengarkan penjelasan dengan baik, tidak memotong pembicaraan, menjaga sopan santun, bersungguh-sungguh ketika belajar, serta menghargai teman yang sedang menyampaikan pendapat.
Kebiasaan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter sejak usia dini. Dengan membiasakan diri menjaga adab, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kerendahan hati, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.
Khoirun Nisak juga menjelaskan bahwa menuntut ilmu membutuhkan niat yang baik dan kesungguhan. Para siswa perlu menanamkan pemahaman bahwa belajar merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Karena itu, proses belajar hendaknya dijalani dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Ilmu Harus Diamalkan
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa adab juga tercermin dari cara seorang pelajar menerapkan ilmu yang telah diperolehnya. Ilmu tidak seharusnya berhenti pada hafalan atau pemahaman semata, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Siswa yang belajar tentang kejujuran, misalnya, perlu membiasakan diri berkata dan bertindak jujur. Demikian pula, pengetahuan tentang kebaikan hendaknya mendorong mereka untuk berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tujuan pendidikan tidak hanya menghasilkan anak-anak yang pintar, tetapi juga membentuk generasi yang beradab, berakhlak mulia, dan mampu menerapkan ilmunya secara bertanggung jawab.
Materi adab dalam menuntut ilmu ini menjadi bagian dari rangkaian Islamic Character and Resilience Camp yang dirancang untuk memperkuat karakter Islami dan ketangguhan siswa SD Muwri.
Pada hari yang sama, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kholiq Idris, S.Pd., Kepala SMPM 16 Semesta, yang menyampaikan materi tentang Islamic Character and Resilience sebagai Wadah Perkaderan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments