Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak di halaman KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Candi saat berlangsungnya kegiatan simulasi Idul Adha pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta didik dan guru sebagai sarana pembelajaran mengenal rangkaian ibadah Hari Raya Idul Adha sejak usia dini.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara dengan mengenakan pakaian muslim dan muslimah yang rapi. Mereka juga tampak tertib selama kegiatan berlangsung.
Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah penyampaian khutbah oleh Abdillah Rasyid Al-Hakim.
Dengan penuh percaya diri, Rasyid menyampaikan khutbah menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh teman-temannya.
Khutbah diawali dengan salam, takbir, puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, serta sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Suasana halaman sekolah pun menjadi lebih khidmat ketika seluruh peserta menyimak khutbah dengan baik.
Dalam isi khutbahnya, Rasyid mengajak teman-temannya memahami makna Hari Raya Idul Adha melalui kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Nabi Ismail ‘alaihissalam.
Ia menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam merupakan nabi yang sangat taat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Sementara itu, Nabi Ismail ‘alaihissalam dikenal sebagai anak yang sabar, patuh, dan ikhlas kepada orang tua maupun terhadap perintah Allah Subhanahu wa ta’ala.
Dari kisah tersebut, anak-anak diajak belajar tentang pentingnya ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasyid juga menyampaikan bahwa Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk saling berbagi kepada sesama.
Hewan kurban seperti kambing atau sapi disembelih dan dagingnya dibagikan kepada banyak orang agar semua dapat merasakan kebahagiaan bersama.
Melalui penjelasan tersebut, anak-anak diajak membiasakan diri berbagi makanan, mainan, maupun rezeki kepada teman dan orang-orang di sekitar mereka.
Selain itu, Rasyid mengingatkan teman-temannya agar menjadi anak yang rajin shalat, hormat kepada orang tua, suka menolong, dan selalu berkata jujur.
Kegiatan khutbah kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta didik menjadi anak yang sholeh dan sholehah, rajin beribadah, serta memiliki akhlak yang baik.
Melalui kegiatan simulasi Idul Adha ini, peserta didik tidak hanya mengenal tata cara pelaksanaan Idul Adha, tetapi juga belajar menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian, dan kebersamaan sejak dini.
Suasana kegiatan yang hangat dan menyenangkan diharapkan menjadi pengalaman bermakna bagi anak-anak dalam memahami arti Idul Adha yang sesungguhnya.





0 Tanggapan
Empty Comments