Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 108 Desa Tulus Besar melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying kepada siswa SDN 2 Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Sosialisasi diikuti oleh siswa SDN 2 Tulus Besar dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 108 memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Mahasiswa juga memberikan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti mengejek teman, memberikan julukan yang tidak disukai, mengucilkan teman, maupun melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Melalui sosialisasi tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa candaan tidak selalu dapat dianggap sebagai hal yang biasa apabila membuat orang lain merasa tersakiti atau tidak nyaman. Mahasiswa juga mendorong siswa untuk membangun sikap saling menghargai, membantu teman, tidak membeda-bedakan, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila menemukan tindakan bullying.
Anti-Bullying
Kepala SDN 2 Tulus Besar, Amik Marludah, S.Pd.SD, mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN MAs Kelompok 108. Menurutnya, pemahaman mengenai anti-bullying perlu diberikan sejak usia sekolah dasar agar siswa mampu membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman-temannya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi bullying yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN MAs Kelompok 108. Edukasi seperti ini penting diberikan kepada anak-anak sejak dini agar mereka memahami pentingnya saling menghargai, menjaga perasaan teman, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan atau menyakiti orang lain. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” ujar Amik Marludah, S.Pd.SD.
Amik Marludah menambahkan bahwa lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk belajar membangun karakter dan berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, edukasi mengenai pencegahan bullying menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang positif.
Sementara itu, Nahda A. Zain, selaku perwakilan mahasiswa KKN MAs Kelompok 108 Desa Tulus Besar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mahasiswa untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar.
“Kami melaksanakan sosialisasi ini karena menurut kami pemahaman tentang bullying perlu dikenalkan sejak dini. Kami ingin mengajak siswa untuk saling menghargai, tidak mengejek atau menyakiti teman, serta berani berbicara kepada guru apabila melihat atau mengalami tindakan bullying. Harapannya, siswa dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman,” ungkap Nahda A. Zain.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melibatkan siswa dalam interaksi dan diskusi. Mahasiswa memberikan beberapa contoh situasi sederhana dan mengajak siswa menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi permasalahan dengan teman.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa mengikuti materi dan interaksi yang diberikan mahasiswa dengan aktif. Pendekatan tersebut dilakukan agar pesan mengenai pencegahan bullying dapat dipahami dengan mudah dan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi bullying ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan hubungan pertemanan yang sehat. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa KKN MAs Kelompok 108 dan pihak sekolah dalam mendukung pembentukan karakter siswa.
Melalui kegiatan ini, KKN MAs Kelompok 108 Desa Tulus Besar berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Sosialisasi bullying diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, nyaman, dan saling menghargai bagi seluruh warga sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments