Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN P 49 Umsida Beri Ide Jualan untuk Hidupkan Pujasera Pohjejer

Iklan Landscape Smamda
KKN P 49 Umsida Beri Ide Jualan untuk Hidupkan Pujasera Pohjejer
KKN P 49 Umsida latih warga buat ide jualan. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Kondisi Pujasera Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, yang belakangan sepi pengunjung menjadi perhatian Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN P) 49 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Sebagai upaya menghidupkan kembali kawasan tersebut, mahasiswa KKN P 49 Umsida menggelar pelatihan pembuatan minuman kekinian bagi warga Desa Pohjejer, Ahad (16/8/2026). Kegiatan berlangsung di Pujasera Desa Pohjejer.

Penanggung jawab bidang sosial budaya dan pariwisata Kelompok 49 KKN P Umsida, Salsabila Trisnaning Putri, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mendorong warga membuka usaha minuman di kawasan pujasera.

“Kami melihat pujasera di sini sebenarnya memiliki potensi besar. Tinggal membutuhkan sentuhan baru dari segi produk yang dijual. Harapannya, dengan bertambahnya penjual dan variasi menu, pujasera bisa ramai kembali seperti dulu,” ujar Salsa.

Belasan Warga Antusias Ikuti Pelatihan

Sebanyak 18 warga mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan perwakilan dari enam dusun, dengan masing-masing dusun mengirimkan tiga peserta.

Tim KKN P 49 Umsida memilih produk minuman karena dinilai praktis untuk dikembangkan sebagai usaha dan memiliki peluang pasar yang cukup besar. Dua jenis minuman yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut adalah mango jelly creamy dan berry milk.

“Kami ingin menghidupkan kembali pujasera ini. Saat ini masih minim penjual,” terang Salsa.

Dalam pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan berbagai varian minuman kekinian. Mereka belajar mulai dari teknik pengolahan bahan, menentukan takaran, hingga mengemas produk agar lebih menarik.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Salsa, pelatihan tersebut juga menjadi upaya membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru, baik secara mandiri maupun berkelompok.

“Kami ingin peserta tidak hanya bisa membuat minuman, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai jual tinggi dan daya tarik di pasaran,” katanya.

Berharap Bisa Buka Usaha

Salah satu peserta asal Dusun Ngayuman, Rodiah, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai resep yang diajarkan cukup mudah sehingga dapat langsung dipraktikkan di rumah.

“Senang banget bisa ikut pelatihan ini, soalnya resepnya gampang dan bisa langsung dicoba di rumah. Siapa tahu ke depannya bisa jadi usaha, lumayan buat tambah-tambah penghasilan,” ujarnya.

Kepala Dusun Ngayuman, Adam, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan tujuan KKN dalam memberdayakan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan praktis.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan seperti ini. Warga jadi punya bekal keterampilan baru yang bisa langsung dipraktikkan, bahkan berpeluang menjadi usaha. Semoga ke depan program-program seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 18/08/2026 12:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu