Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN UMM Bekali PMI Taiwan Keterampilan AI dan Affiliate Marketing

Iklan Landscape Smamda
KKN UMM Bekali PMI Taiwan Keterampilan AI dan Affiliate Marketing
Mahasiswa UMM yang melakukan KKN di Taichung. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Lebih dari 20 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan mulai mengenal cara memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuka peluang ekonomi digital.

Keterampilan itu diperoleh melalui Workshop Pemanfaatan AI dan Affiliate Marketing yang digelar Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Ikatan Muslim Indonesia Taiwan (IMIT), Taichung pada 3 Agustus 2026 lalu.

Pelatihan tersebut tidak sekadar mengenalkan teknologi. Peserta diajak mempraktikkan AI untuk membuat konten, menyusun materi promosi, menghasilkan video pemasaran, hingga membuat desain grafis.

Mereka juga diperkenalkan dengan affiliate marketing sebagai salah satu model pemasaran digital yang dapat dikembangkan melalui media sosial.

Program ini berangkat dari kebutuhan PMI untuk memiliki keterampilan tambahan di luar pekerjaan utama.

Dari diskusi awal dengan komunitas PMI, tim KKN menemukan bahwa sebagian peserta telah aktif menggunakan media sosial, tetapi pemanfaatannya masih dominan untuk komunikasi dan hiburan.

AI dan affiliate marketing kemudian dipilih karena dapat dipelajari dengan perangkat yang sudah dimiliki peserta, terutama telepon pintar. Keterampilan tersebut juga relatif mudah dipraktikkan dan dapat dikembangkan secara bertahap.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Internasional UMM, Ruli Inayah Ramadhoan, S.Sos., M.Si, mengatakan pelatihan dirancang agar peserta memperoleh keterampilan yang bisa langsung diterapkan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa AI bukan sesuatu yang sulit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Dengan perangkat yang sudah dimiliki, PMI dapat mulai belajar membuat konten, mengembangkan ide usaha, dan memanfaatkan platform digital secara lebih produktif. Harapannya, keterampilan ini tidak berhenti ketika workshop selesai,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

Dalam sesi praktik, peserta belajar menggunakan AI untuk membuat lagu, menyusun naskah promosi, menghasilkan video pemasaran, membuat desain grafis, serta mengembangkan konten media sosial.

Peserta kemudian langsung mempraktikkan materi menggunakan smartphone. Sejumlah karya berhasil dibuat, mulai dari jingle berbasis AI, naskah promosi, desain pemasaran, hingga konsep video pendek untuk media sosial.

Mahasiswa KKN, Achmad Nakhlah Phelia Rahim, mengatakan praktik langsung membuat peserta lebih cepat memahami penggunaan AI.

“Awalnya ada peserta yang belum terbiasa menggunakan AI. Namun setelah didampingi langkah demi langkah, mereka mulai bisa mengeksplorasi sendiri. Ada yang mencoba membuat lagu, ide promosi, hingga konten media sosial,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan affiliate marketing melalui TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube.

Peserta mempelajari cara memilih produk, membangun personal branding, membuat konten, memahami karakter audiens, serta menggunakan AI untuk mempercepat produksi materi pemasaran.

Diskusi berlangsung aktif. Peserta menanyakan berbagai hal, mulai dari cara membuat konten yang menarik, memilih produk untuk dipromosikan, meningkatkan jangkauan media sosial, hingga memanfaatkan AI secara efektif.

Bagi peserta, materi tersebut membuka perspektif baru. Smartphone yang selama ini lebih banyak digunakan untuk berkomunikasi dan mengakses hiburan ternyata juga dapat menjadi perangkat untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan peluang ekonomi.

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan, Sahrul Husein, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterampilan digital penting bagi PMI, bukan hanya untuk mendukung aktivitas selama bekerja di Taiwan, tetapi juga sebagai bekal menghadapi masa depan setelah kontrak kerja berakhir.

“Kami mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Internasional UMM yang telah menghadirkan pelatihan dengan materi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia di Taiwan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkesinambungan,” ujarnya.

Melalui program Gerakan Sadar Digital, KKN Internasional UMM mendorong PMI agar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Mereka diharapkan mampu menjadi pembuat konten, pelaku pemasaran digital, sekaligus mengembangkan peluang ekonomi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi UMM melalui pengabdian kepada masyarakat Indonesia di luar negeri.

Bagi PMI, keterampilan digital menjadi modal tambahan yang dapat dikembangkan bahkan ketika masa kerja di Taiwan telah selesai. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 19/08/2026 13:08
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu