Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN Umsura Perkenalkan TTG TARSI, Solusi Penyaringan Air Bersih Berbasis Bahan Lokal di Desa Bringkang

Iklan Landscape Smamda
KKN Umsura Perkenalkan TTG TARSI, Solusi Penyaringan Air Bersih Berbasis Bahan Lokal di Desa Bringkang
KKN Umsura Kelompok 29 Desa Bringkang Resmi Ditutup, Demonstrasikan Teknologi Tepat Guna (TTG) Tarsi Sebagai Program Unggulan (Rosihan Agil/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) memperkenalkan Teknologi Tepat Guna (TTG) TARSI sebagai solusi penyaringan air bersih berbasis bahan lokal bagi masyarakat Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Inovasi tersebut didemonstrasikan dalam rangkaian acara penutupan KKN yang berlangsung di Balai Desa Bringkang, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan dihadiri perangkat Desa Bringkang, Kepala Dusun Talun, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Kelompok 29 Umsura. Demonstrasi TTG TARSI menjadi agenda utama sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

TARSI merupakan teknologi penyaringan air yang dirancang menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Melalui teknologi ini, air keruh dapat disaring menjadi lebih jernih untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan rumah tangga nonkonsumsi. Selain mudah dibuat, sistem tersebut juga dirancang agar dapat diterapkan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat.

Dalam sesi demonstrasi, mahasiswa menjelaskan prinsip kerja alat, tahapan penyaringan, bahan yang digunakan, estimasi biaya pembuatan, hingga cara perawatan agar sistem dapat berfungsi secara optimal. Warga juga diajak menyaksikan secara langsung proses penyaringan air sebagai gambaran penerapan teknologi tersebut di tingkat rumah tangga.

Ketua Kelompok KKN 29 Umsura, Bagas Avicienna, mengatakan pengembangan TTG TARSI berangkat dari upaya menghadirkan solusi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Selama kurang lebih satu bulan kami mengabdi di Desa Bringkang. Salah satu program unggulan kami adalah TTG TARSI. Kami berharap alat ini bisa bermanfaat dan dapat dibuat secara mandiri oleh warga karena bahannya mudah didapat. Terima kasih kepada Pemerintah Desa dan seluruh warga Bringkang atas dukungan dan penerimaan yang luar biasa,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Sekretaris Desa Bringkang, Hendra, yang mewakili Kepala Desa, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN. Menurutnya, teknologi tersebut memiliki potensi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu solusi dalam pemanfaatan air bersih di desa.

“Atas nama Pemerintah Desa Bringkang kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Umsura Kelompok 29. Program TARSI ini sangat relevan dengan kebutuhan warga kami. Kami berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan dan dimanfaatkan setelah adik-adik pulang. Secara resmi kami nyatakan kegiatan KKN Umsura Kelompok 29 di Desa Bringkang pada hari ini, Rabu 5 Agustus 2026, dinyatakan ditutup. Semoga ilmu dan pengalaman selama di Bringkang menjadi berkah untuk kita semua,” ucapnya.

Sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian, mahasiswa menyerahkan cenderamata kepada Pemerintah Desa Bringkang serta menyerahkan satu unit TTG TARSI secara simbolis untuk dimanfaatkan masyarakat. Penyerahan tersebut diharapkan menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi penyaringan air secara berkelanjutan di lingkungan desa.

Melalui inovasi TTG TARSI, mahasiswa KKN Kelompok 29 Umsura tidak hanya mengakhiri masa pengabdiannya, tetapi juga meninggalkan solusi berbasis teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Program tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong pemanfaatan teknologi sederhana untuk menjawab kebutuhan masyarakat. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu