Kota Metro, Lampung, dipilih menjadi tuan rumah Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) karena memiliki karakter sebagai kota pendidikan. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung Prof. Dr. H. Sudarman saat memberikan sambutan pada pembukaan Tanwir I HW di Universitas Muhammadiyah Metro, Kamis (8/10/2026).
Menurut Sudarman, meskipun Kota Metro hanya terdiri dari lima kecamatan, kota tersebut memiliki perkembangan pendidikan yang luar biasa. Salah satunya ditandai dengan keberadaan 12 perguruan tinggi.
“Terdiri dari lima kecamatan, tetapi menjadi kota yang luar biasa. Di dalamnya ada 12 perguruan tinggi yang ada di Kota Metro,” ujarnya.
Atas dasar itu, Sudarman menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Metro dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Tanwir I HW di Kota Metro.
“Pak Wali Kota kami sampaikan apresiasi dan penghargaan. Termasuk kami berterima kasih acara ini ditempatkan di Kota Metro,” tuturnya.
Atas nama PWM Lampung, Sudarman juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Tanwir I Gerakan Kepanduan HW. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sehat hingga selesai.
“Harapan kami, mudah-mudahan Bapak dan Ibu anggota dan peserta Tanwir sehat walafiat selama kegiatan dan pulang nanti membawa kesan yang baik tentang Provinsi Lampung dan Kota Metro,” katanya.
Ia berharap kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia tidak hanya menghasilkan keputusan penting bagi HW, tetapi juga meninggalkan pengalaman positif tentang Lampung dan Kota Metro sebagai tuan rumah.
Selipkan Gending Jawa
Di tengah sambutannya, Sudarman juga menyampaikan kejutan terkait penampilan seni budaya. Ia mengatakan setelah turun dari podium tidak akan langsung duduk di samping Menteri Kebudayaan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya akan persembahkan sebuah gending Jawa,” ujarnya.
Menurutnya, Lembaga Seni Budaya PWM Lampung memiliki semangat besar dalam mengembangkan kesenian. Sebelumnya, dalam sebuah kegiatan, mereka menampilkan tiga gending Jawa. Namun kali ini hanya satu gending yang akan dipersembahkan karena keterbatasan waktu.
Sudarman kemudian menyampaikan persoalan yang cukup unik. Perangkat gamelan yang digunakan untuk kegiatan seni tersebut hingga kini masih berstatus pinjaman.
“Semangat teman-teman Lembaga Seni Budaya Wilayah Lampung luar biasa. Tetapi gamelannya itu sampai dengan hari ini masih pinjam,” ungkapnya.
Ia pun berharap ada perhatian dari pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan seni budaya di Lampung, termasuk melalui pengadaan perangkat gamelan.
“Besok kapan-kapan ketemu dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, wilayah Lampung diberi satu set gamelan yang hebat,” katanya disambut suasana hangat peserta.
Tanwir I Gerakan Kepanduan HW berlangsung 8–10 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro. Forum ini menjadi ruang permusyawaratan untuk membahas arah gerakan dan penguatan organisasi HW.





0 Tanggapan
Empty Comments