Pembukaan Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) berlangsung semarak di Aula Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Kamis (8/10/2026). Mengusung tema “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus musyawarah tingkat nasional Gerakan Kepanduan HW.
Tanwir I diikuti sekitar 150 peserta yang merupakan utusan Kwartir Wilayah (Kwarwil) Gerakan Kepanduan HW dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat arah gerakan kepanduan Muhammadiyah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati dirinya.
Semarak pembukaan semakin terasa dengan penampilan sejumlah kesenian daerah. Salah satunya Tari Bedana yang dibawakan lima murid putri MA Muhammadiyah Metro Lampung.
Kelima penari tampil mengenakan busana kepanduan yang dipadukan dengan kain tapis khas Lampung. Mereka juga membawa kipas sebagai properti tari. Gerakan yang lincah, senyum yang terus mengembang, serta ekspresi ceria membuat penampilan Tari Bedana mendapat perhatian peserta Tanwir.
Tari Bedana merupakan salah satu tari tradisional khas Lampung yang menggambarkan keceriaan dan kebersamaan. Karakter tersebut terlihat dari gerakan para penari yang dinamis dan penuh semangat.
Penampilan semakin menarik dengan penutup kepala berbentuk mahkota yang dikenakan para penari. Mengikuti irama musik, mereka bergerak secara lincah sembari tetap menampilkan ekspresi ceria.
Perpaduan busana kepanduan dengan kain tapis Lampung memberikan warna tersendiri pada penampilan tersebut. Tradisi lokal dan semangat kepanduan tampil berdampingan dalam satu panggung pembukaan Tanwir.
Penampilan lima murid putri MA Muhammadiyah Metro Lampung itu sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap budaya daerah. Seni tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.
Tanwir I Gerakan Kepanduan HW berlangsung sebagai forum evaluasi dan musyawarah nasional. Melalui forum ini, para peserta membahas berbagai hal berkaitan dengan perkembangan dan penguatan gerakan kepanduan di lingkungan Muhammadiyah.
Tema “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan” menjadi pijakan untuk memperkuat identitas HW sebagai gerakan kepanduan yang memiliki karakter, nilai keislaman, dan semangat kemajuan.
Pembukaan Tanwir I di Universitas Muhammadiyah Metro pun tidak sekadar menjadi seremoni. Kehadiran seni tradisional Lampung memperlihatkan bahwa semangat berkemajuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.





0 Tanggapan
Empty Comments