Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kreativitas Tanpa Batas, Guru Sekolah Kreatif Hadirkan Drama Musikal Edukatif di Famfest 2026

Iklan Landscape Smamda
Kreativitas Tanpa Batas, Guru Sekolah Kreatif Hadirkan Drama Musikal Edukatif di Famfest 2026
Pantauan tim editing saat gladi bersih Festival 2026 di halaman SD Muhammadiyah 16 Surabaya. (Ahmad Mahmudi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Keseriusan persiapan juga tampak dari keterlibatan guru kelas dalam mengevaluasi teknis panggung. Para guru tidak hanya mendampingi siswa saat latihan, tetapi juga aktif memberikan masukan terkait detail artistik pertunjukan.

Salah satu guru kelas I, Ishwara Pranidana, S.Pd., tampak memperhatikan tampilan visual di monitor kontrol sambil berdiskusi dengan tim teknis. Ia menilai tata cahaya harus disesuaikan dengan warna kostum dan latar visual agar pesan pertunjukan lebih kuat tersampaikan.

Lighting kelas satu harus menarik. Warna lighting dipilih berdasarkan kesesuaian background visual dan juga kostum siswa,” ujarnya.

Kolaborasi antara guru kelas, tim teknis, dan panitia menjadi gambaran budaya kerja kreatif yang dibangun sekolah. Setiap guru memiliki ruang untuk menyampaikan ide dan terlibat langsung dalam proses produksi drama musikal.

Tidak hanya fokus pada hasil akhir, sekolah juga menempatkan proses kreatif sebagai bagian penting dari pembelajaran.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Elly Rhodlifah, SH., M.Pd., menegaskan bahwa Famfest merupakan bentuk implementasi pembelajaran dinamis yang terus berkembang setiap tahun.

Menurutnya, guru dituntut tidak berhenti berinovasi agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman dan karakter siswa.

“Selalu ada hal baru dalam pembelajaran. Ini membuktikan sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang sarat makna. Pelaksanaan pembelajaran yang dinamis inilah yang mendorong guru memiliki growth mindset dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Elly menjelaskan, growth mindset menjadi budaya penting di Sekolah Kreatif Baratajaya. Guru didorong untuk terus belajar, mencoba hal baru, dan tidak takut menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Famfest yang selalu hadir dengan konsep berbeda setiap tahunnya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Festival tahunan yang kami laksanakan adalah bentuk aktualisasi guru untuk mengontekstualisasikan pembelajaran dalam bentuk drama musikal. Tema yang berbeda setiap tahun dengan berbagai kelengkapan properti menunjukkan bahwa guru kami sudah mampu menerapkan growth mindset dalam pembelajaran,” tambahnya.

Bagi siswa, keterlibatan dalam drama musikal memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh di ruang kelas biasa.

Mereka belajar membangun kepercayaan diri, bekerja sama dalam tim, memahami sejarah Islam secara mendalam, hingga melatih kemampuan komunikasi dan ekspresi diri.

Sementara bagi guru, Famfest menjadi ruang kolaborasi sekaligus pembuktian bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan nilai edukatif.

Proses panjang mulai dari penyusunan konsep, latihan siswa, pengaturan artistik, hingga evaluasi teknis menjadi bagian dari pembelajaran nyata yang melibatkan seluruh elemen sekolah.

Melalui Famfest 2026, SD Muhammadiyah 16 Surabaya tidak hanya menghadirkan pertunjukan drama musikal, tetapi juga menunjukkan bagaimana budaya growth mindset mampu tumbuh dalam lingkungan pendidikan.

Kreativitas guru, kolaborasi tim, dan keberanian menghadirkan pembelajaran inovatif menjadi kekuatan utama sekolah dalam membangun pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 21/05/2026 11:51
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡