Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Tengah mempertemukan Pandu Senior, Pelatih Nasional, dan kader Hizbul Wathan dalam Silaturahmi Pandu Senior dan Pelatih Nasional di Kebumen, Sabtu–Ahad (29–30/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarkader, tetapi juga menjadi momentum pengukuhan Ahli Pandu. Mereka merupakan peserta yang sebelumnya mengikuti Jaya Melati 2 HW Jateng pada 2025 dan telah menyelesaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bendahara PWM Jawa Tengah sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Ramanda Sofyan Anif; Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah Ramanda Taufiq; Ketua PDM Kebumen Ramanda Joko Purnomo; serta Wakil Rektor Unimugo.
Kegiatan diikuti ratusan peserta dari Kwartir Daerah (Kwarda) dan Qabilah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Tengah. Pandu Senior yang hadir juga tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi turut datang dari Kwarwil HW Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah, Ramanda Taufiq, menilai silaturahmi memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antarpandu sekaligus memastikan kesinambungan gerakan kepanduan Hizbul Wathan.
Menurutnya, Pandu Senior dan Pelatih Nasional memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan proses kaderisasi di lingkungan Hizbul Wathan.
“Silaturahmi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali bertemu, berbagi pengalaman, dan memperkuat gerakan Hizbul Wathan,” ujar Ramanda Taufiq.
Ia juga mengapresiasi peserta yang telah mengikuti Jaya Melati 2 HW Jateng pada 2025 dan menyelesaikan RTL. Proses tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pendidikan dan pengembangan kader Hizbul Wathan.
Taufiq berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi. Para Pandu Senior dan pelatih diharapkan terus menjaga semangat kepanduan sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan Hizbul Wathan.
“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat kebersamaan dan memberikan semangat bagi kita untuk terus berkhidmat di Hizbul Wathan,” katanya.
Bendahara PWM Jawa Tengah sekaligus Rektor Unimugo, Ramanda Sofyan Anif, turut memberikan amanat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan nilai-nilai kepanduan dalam menjalankan aktivitas Hizbul Wathan.
Menurut Sofyan Anif, kader Hizbul Wathan perlu terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus mempertahankan semangat pengabdian.
Pendidikan kepanduan, kata dia, tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Proses tersebut perlu dilanjutkan melalui praktik dan pengabdian.
“Menjadi bagian dari Hizbul Wathan berarti siap untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan memberikan manfaat,” tutur Sofyan Anif.
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Anif sekaligus membuka secara resmi kegiatan Silaturahmi Pandu Senior dan Pelatih Nasional.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pengukuhan Ahli Pandu. Para peserta sebelumnya telah mengikuti Jaya Melati 2 HW Jateng pada 2025 dan melaksanakan RTL sebagai bagian dari proses pendidikan yang telah ditempuh.
Pengukuhan tersebut menjadi penanda atas proses pendidikan yang telah dijalani para peserta. Pada saat yang sama, forum silaturahmi mempertemukan unsur senior, pelatih, dan kader Hizbul Wathan dari berbagai daerah.
Kehadiran peserta dari Kwarda dan Qabilah PTMA se-Jawa Tengah serta Pandu Senior dari Jawa Tengah dan Kwarwil HW DIY memperluas ruang perjumpaan antarkader.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan menjaga kesinambungan gerakan kepanduan Hizbul Wathan. Melalui forum ini, kader dari berbagai daerah kembali terhubung dalam satu ruang yang mempertemukan Pandu Senior, Pelatih Nasional, dan kader Hizbul Wathan.





0 Tanggapan
Empty Comments