Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Langkah SD Mumtaz Perkuat Literasi Numerasi Dimulai dari Pelatihan Guru

Iklan Landscape Smamda
Langkah SD Mumtaz Perkuat Literasi Numerasi Dimulai dari Pelatihan Guru
Narasumber Krisna Kartika Pratiwi, M.Pd saat memberikan materi pelatihan Literasi dan Numerasi bagi guru SD. (Laela Fauziah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Belajar tidak berhenti ketika guru meninggalkan ruang kelas. Bagi seorang pendidik, setiap pelatihan dan pengalaman baru menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan yang nantinya dapat dibawa kembali kepada siswa.

Semangat itulah yang tampak dalam keikutsertaan Riska Yulidar, S.Pd., guru SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman, dalam Pelatihan Literasi dan Numerasi bagi Guru SD Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan berlangsung di Aula SMPN 4 Sidoarjo, Jalan Raya Suko, Kecamatan Sidoarjo, Kamis (10/9/2026). Pelatihan dimulai pukul 07.30 hingga 15.00 WIB dan diikuti guru sekolah dasar sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Bagi SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman, keikutsertaan guru dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi undangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat kualitas pembelajaran.

Membaca Data dari Rapor Pendidikan

Pelatihan berfokus pada penguatan literasi dan numerasi serta pemanfaatan hasil asesmen sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

Kegiatan diawali dengan paparan mengenai kondisi kemampuan literasi dan numerasi di Indonesia. Selanjutnya, para guru diarahkan untuk membuka Rapor Pendidikan satuan pendidikan masing-masing.

Melalui Rapor Pendidikan, guru dapat melihat capaian literasi dan numerasi sekolah yang ditampilkan dalam kategori warna merah, kuning, maupun hijau. Data tersebut tidak berhenti sebagai angka atau warna dalam sebuah laporan.

Para guru diajak menganalisis data melalui lembar kerja untuk menemukan akar masalah dari capaian literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan. Dari kegiatan tersebut, guru memperoleh pengalaman bahwa data hasil asesmen dapat digunakan sebagai pijakan dalam menentukan langkah pembelajaran.

Literasi dan numerasi juga tidak sekadar dimaknai sebagai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Literasi mencakup kemampuan memahami, mengolah, mengevaluasi, serta menyampaikan informasi. Sementara numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep dan prosedur matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam berbagai situasi kehidupan.

Menganalisis Hasil TKA

Materi berikutnya membahas Tes Kemampuan Akademik (TKA), khususnya kesulitan yang dihadapi siswa ketika mengerjakan soal.

Para guru diminta membuka dan menganalisis hasil TKA di satuan pendidikan masing-masing. Dari data tersebut, guru mengidentifikasi materi atau kompetensi yang memperoleh capaian paling rendah.

Analisis kemudian dilanjutkan dengan mengkaji bentuk soal, kompetensi yang diukur, hingga indikator soal. Berdasarkan hasil analisis itu, guru diarahkan menyusun soal serupa dan relevan untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Dengan demikian, hasil asesmen tidak hanya menjadi dokumen evaluasi. Data dapat membantu guru mengetahui kompetensi yang masih membutuhkan penguatan sekaligus menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat.

Soal Dekat dengan Kehidupan Siswa

Materi terakhir membahas penyusunan Modul Ajar. Dalam penyusunannya, komponen pembelajaran diarahkan mulai dari Tujuan Pembelajaran (TP), asesmen, kemudian langkah-langkah pembelajaran.

Penguatan literasi dan numerasi dapat diintegrasikan melalui soal maupun aktivitas yang diberikan kepada siswa. Soal hendaknya realistis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

SMPM 5 Pucang SBY

Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya dituntut melakukan perhitungan atau menemukan jawaban. Mereka juga diajak memahami informasi, menganalisis persoalan, memberikan alasan, serta menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.

Pembelajaran seperti ini memberi ruang kepada siswa untuk mengolah informasi, menggunakan pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan bernalar.

Bagi Riska Yulidar, mengikuti pelatihan tersebut menjadi pengalaman pertama yang memberikan kesan tersendiri.

Ia mengaku senang karena mendapatkan ilmu baru sekaligus berkesempatan bertemu dengan guru-guru dari sekolah lain. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan menambah pengalaman.

“Pengalaman pertama saya mengikuti pelatihan ini sangat senang sekali karena mendapatkan ilmu baru dan teman baru. Insyaallah, ilmu yang saya dapatkan akan saya implementasikan di sekolah saya,” tuturnya dengan wajah berseri-seri.

Baginya, pengalaman tersebut tidak berhenti ketika kegiatan pelatihan selesai. Pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal untuk dibawa kembali ke sekolah dan diterapkan dalam pembelajaran.

Dari Pelatihan Kembali ke Kelas

Nilai sebuah pelatihan bukan hanya terletak pada materi yang diterima selama kegiatan berlangsung. Hal yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan setelah guru kembali ke sekolah.

Riska diharapkan dapat membawa pengalaman dan wawasan yang diperoleh untuk dikembangkan dalam pembelajaran di SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman.

Penguatan literasi dan numerasi dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana tetapi bermakna. Siswa dapat diajak membaca tabel, memahami informasi dari diagram, membandingkan data, melakukan penghitungan, hingga menjelaskan alasan dari sebuah kesimpulan.

Keikutsertaan guru dalam pelatihan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan sekolah. Guru yang terus belajar akan memiliki kesempatan lebih luas untuk menemukan gagasan dan strategi baru dalam pembelajaran.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman dalam menghadirkan pendidikan yang terus berkembang melalui semangat World Class Education.

Sebab, perubahan pendidikan sering kali dimulai dari langkah sederhana: seorang guru bersedia belajar, mencoba sesuatu yang baru, lalu membawanya kembali kepada siswa. Dari ruang pelatihan, ilmu dibawa kembali ke sekolah. Dari sekolah, ilmu diterapkan di ruang kelas. Dari ruang kelas itulah diharapkan tumbuh pengalaman belajar yang semakin bermakna bagi siswa. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 10/09/2026 22:55
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu