Panderman Ballroom Royal Hotel Batu menjadi saksi perjuangan ratusan siswa dalam menghadapi hari pertama Cambridge Primary Checkpoint Test, Senin (11/5/2026).
Di antara peserta dari berbagai sekolah, siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) tampil penuh kesiapan, membawa semangat dan mental juara ke panggung ujian internasional.
Sejak pagi, wajah-wajah siswa SD Musix tampak rapi dan percaya diri. Namun, di balik senyum yang tersungging, tersimpan getaran gugup yang wajar dirasakan dalam menghadapi ujian berskala global ini. Didampingi guru, mereka melangkah mantap memasuki ruang ujian dengan tekad kuat.
Al-Insyirah: Kekuatan Doa Siswa SD Musix
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan pengisian identitas peserta. Suasana perlahan berubah hening ketika seluruh siswa, termasuk siswa SD Musix, serentak melantunkan Surah Al-Insyirah.
Lantunan ayat suci itu menggema lembut, menghadirkan ketenangan di tengah ketegangan. Momen ini menjadi ciri khas kekuatan spiritual siswa SD Musix—bahwa setiap ikhtiar selalu diawali dengan doa.
“Saya deg-degan, Ustadzah…,” bisik Audrey, siswi SD Musix, lirih namun jujur. Rasa gugup itu justru menjadi energi yang mendorongnya untuk tetap fokus.
Mathematics: Ujian yang Menguji Ketangguhan
Tepat pukul 09.00 WIB, ujian Mathematics dimulai. Ruangan yang semula dipenuhi bisikan berubah menjadi senyap. Siswa SD Musix tampak serius mengerjakan soal, menunjukkan hasil latihan dan pembiasaan yang selama ini mereka jalani.
Menjelang akhir waktu, ketegangan mencapai puncaknya. Lima menit terakhir dimanfaatkan maksimal oleh para siswa untuk memeriksa jawaban.
Saat lembar jawaban dikumpulkan, suasana berubah drastis. Wajah tegang berganti senyum lega.
Ein—sapaan akrab Alvarein, siswa SD Musix—langsung menghampiri guru pendamping dengan penuh semangat.
“Lumayan, bisa semua Ustadzah!,” ujarnya percaya diri.
Optimisme itu menjadi gambaran kesiapan siswa SD Musix dalam menghadapi ujian internasional. Meski ada tantangan, mereka tetap berani dan tidak menyerah.
SD Musix di Tengah Kolaborasi Sekolah Nasional
Ujian ini diikuti oleh sembilan sekolah dari berbagai daerah. Namun, kehadiran SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) menjadi salah satu sorotan, berkat kesiapan akademik, mental, dan spiritual siswanya.
Kebersamaan antar sekolah tetap terasa hangat, tetapi siswa SD Musix menunjukkan identitas kuat sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter.
Setelah sesi ditutup dengan Surah Al-Asr, para siswa menjalani coffee break sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
Bagi siswa SD Musix, hari pertama ini bukan sekadar ujian. Ini adalah perjalanan belajar tentang keberanian, ketenangan, dan keyakinan.
Dari Ballroom Batu, mereka membuktikan satu hal: bahwa kesuksesan bukan hanya soal jawaban benar, tetapi juga tentang keberanian menghadapi rasa takut.





0 Tanggapan
Empty Comments