Semangat dakwah komunitas terus bergerak dari berbagai penjuru negeri. Kali ini, gaung itu datang dari ujung timur Pulau Jawa. BikersMu Chapter Banyuwangi resmi meluncurkan logo kebanggaan mereka yang sarat filosofi budaya, dakwah, dan semangat persaudaraan.
Peluncuran logo tersebut menjadi penanda keseriusan para riders Muhammadiyah di Banyuwangi dalam membangun gerakan dakwah berbasis komunitas otomotif.
Logo bertajuk “Bumi Blambangan BikersMu Chapter Banyuwangi – Sunrise of Java” itu langsung menarik perhatian para pegiat BikersMu di berbagai daerah. Dominasi warna hijau khas Muhammadiyah berpadu nuansa emas dan ornamen budaya Banyuwangi menghadirkan identitas yang kuat antara dakwah Islam berkemajuan dan kearifan lokal bumi Blambangan.
Sosok penari Gandrung yang menjadi ikon budaya Banyuwangi tampil di sisi kanan dan kiri logo. Kehadiran elemen budaya tersebut bukan sekadar hiasan visual, tetapi menjadi simbol bahwa dakwah dapat berjalan berdampingan dengan budaya lokal yang luhur dan membangun peradaban.
Di bagian tengah, tampak siluet motor dengan lambang Muhammadiyah yang menegaskan identitas BikersMu sebagai komunitas riders dakwah.
Tulisan Arab Fastabiqul Khairat yang berada di bagian atas logo menjadi ruh gerakan komunitas ini. Kalimat tersebut mengandung pesan berlomba-lomba dalam kebaikan, sejalan dengan semangat para anggota BikersMu yang ingin menjadikan perjalanan mereka bukan hanya sekadar touring, tetapi juga media syiar dan aksi sosial.
Peluncuran logo ini juga menjadi momentum kebangkitan BikersMu Banyuwangi yang mulai aktif memperluas jaringan dakwah komunitas di kawasan tapal kuda Jawa Timur.
Sosok Sukoco, yang dikenal sebagai “Pendekar Pengembara dari Timur”, menjadi salah satu motor penggerak berkembangnya BikersMu di Banyuwangi.
Nama Sukoco sebelumnya ramai diperbincangkan saat hadir dalam Kopdargab VI BikersMu Korwil Jawa Timur di Tulungagung. Dengan semangat solo riding, ia menempuh perjalanan panjang dari Banyuwangi melintasi jalur pegunungan Kumitir, Gladak Perak Lumajang, hingga singgah di Bumi Bung Karno Blitar sebelum tiba di Kota Marmer Tulungagung. Perjalanan tersebut menjadi simbol militansi dakwah komunitas yang terus bergerak tanpa mengenal lelah.
“Logo ini bukan sekadar identitas visual, tetapi representasi semangat dakwah BikersMu Banyuwangi. Ada budaya, ada ukhuwah, dan ada spirit Fastabiqul Khairat di dalamnya,” ujar Sukoco saat memperkenalkan logo chapter Banyuwangi kepada sesama anggota BikersMu Jawa Timur.
Ketua BikersMu Korwil Jawa Timur, Ahmad Taufik menyampaikan apresiasi atas lahirnya identitas resmi BikersMu Banyuwangi tersebut. Menurutnya, setiap chapter memiliki karakter khas daerah masing-masing, dan Banyuwangi berhasil memadukan nilai dakwah Muhammadiyah dengan kekayaan budaya lokal secara elegan.
“Ini luar biasa. Banyuwangi menghadirkan identitas yang kuat. BikersMu bukan hanya komunitas motor, tetapi juga gerakan dakwah yang mampu masuk melalui pendekatan budaya dan persaudaraan,” ungkap Ahmad Taufik.
Ia berharap hadirnya logo resmi ini mampu menjadi pemantik semangat kader-kader muda Muhammadiyah di Banyuwangi untuk ikut bergabung dan menghidupkan dakwah komunitas di jalanan.
Seiring berkembangnya BikersMu di berbagai daerah, Banyuwangi kini mulai menegaskan posisinya sebagai salah satu chapter potensial di Jawa Timur. Dengan semangat “Melaju Bersama Dakwah”, para riders dari Sunrise of Java itu siap mengambil bagian dalam gerakan dakwah komunitas yang lebih luas.
Bukan tidak mungkin, dari ujung timur Pulau Jawa inilah akan lahir perjalanan-perjalanan inspiratif berikutnya. Sebab bagi BikersMu, jalan raya bukan hanya ruang perjalanan, tetapi juga medan pengabdian untuk umat.





0 Tanggapan
Empty Comments