Mahasiswa Kelompok 4 Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali menggelar aksi nyata melalui program Project Based Learning (PjBL) mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Memasuki hari kedua, kegiatan yang berlangsung di Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan Surabaya pada Sabtu (10/5/2026) ini difokuskan pada penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja tingkat SMP dan SMA.
Mengusung tema “Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja”, kegiatan ini bertujuan membekali para remaja panti dengan pengetahuan medis dan nilai-nilai moral.
Jika pada hari pertama mahasiswa mengajak anak-anak tingkat SD untuk mewarnai bersama, kali ini suasana berlangsung lebih serius namun tetap interaktif dan hangat.
Arini Mentari Putri, selaku pemateri utama, menjelaskan bahwa masa remaja adalah fase krusial yang menentukan masa depan.
“Kesehatan reproduksi bukan sekadar urusan fisik, tapi tentang menjaga kehormatan diri dan masa depan. Pemahaman yang benar akan membantu remaja mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya,” ujar Arini di hadapan para peserta.
Dalam paparannya, Arini juga memberikan peringatan keras mengenai risiko pergaulan bebas dan perilaku seksual tidak sehat.
Ia menyoroti ancaman nyata seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), pernikahan dini, hingga bahaya penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS yang masih menjadi ancaman di masyarakat.
Selain bahaya seksual, edukasi juga mencakup hal preventif seperti menjaga kebersihan organ reproduksi, memilih lingkungan pertemanan yang positif, hingga bijak dalam menggunakan media sosial.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Banyak remaja panti yang aktif mencatat poin-poin penting dan terlibat dalam diskusi dua arah.
Pada sesi tanya jawab, suasana semakin hidup saat para peserta melontarkan pertanyaan seputar cara membentengi diri di lingkungan sosial.
Sebaliknya, pemateri juga memberikan kuis untuk menguji sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.
“Kami sangat senang melihat respons adik-adik panti. Mereka tidak hanya mendengarkan, tapi berani bertanya dan berdiskusi. Ini menunjukkan kesadaran mereka mulai tumbuh,” tambah Arini yang dalam pelaksanaannya didampingi oleh seluruh anggota Kelompok 4 yang bertugas sebagai fasilitator, dokumentasi, dan operator.
Kegiatan hari kedua ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan.
Melalui program PjBL AIK ini, mahasiswa UM Surabaya berharap pengabdian ini tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi juga menjadi implementasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan dalam bentuk kepedulian nyata bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda di panti asuhan.***





0 Tanggapan
Empty Comments