Ahad (10/5/2026) menjadi momentum penuh makna bagi para purnasiswa Karangasem. Dalam acara pelepasan siswa yang diikuti 369 siswa-siswi, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Ihsanul In’am, Ph.D., menyampaikan pesan perjuangan yang sarat makna kepada para lulusan.
Di hadapan para siswa yang bersiap menghadapi kehidupan dan persaingan dunia, Prof. Ihsanul In’am menegaskan bahwa masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang hanya pandai berbicara, tetapi oleh pribadi yang memiliki mental kuat, ilmu yang tajam, iman yang kokoh, serta tidak mudah runtuh saat menghadapi kegagalan.
Dalam penyampaiannya, Prof. Ihsanul In’am menanamkan lima nilai utama yang menurutnya harus menjadi fondasi perjuangan generasi muda dalam menghadapi kehidupan.
Nilai pertama adalah “Ngandel”, yakni menggantungkan keyakinan hanya kepada Allah SWT. Menurutnya, manusia yang kehilangan sandaran spiritual akan mudah runtuh oleh tekanan hidup.
Ia menyampaikan bahwa ketika banyak pintu kehidupan tertutup, keyakinan kepada Tuhan akan membuka jalan yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Nilai kedua adalah “Kandel”, yaitu memperkuat kapasitas diri, meningkatkan kompetensi, dan tidak cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini.
Menurutnya, dunia terus bergerak dengan cepat sehingga hanya orang-orang yang mau terus belajar yang mampu bertahan dan memimpin perubahan.
“Generasi lemah akan tergilas zaman, sedangkan generasi berilmu akan memimpin peradaban,” ungkapnya.
Nilai ketiga yang disampaikan adalah “Kendel”, yakni keberanian untuk melangkah, menghadapi tantangan, dan mengambil risiko.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak menjadi generasi yang takut menghadapi tantangan sebelum benar-benar berjuang.
Menurutnya, keberhasilan tidak lahir dari zona nyaman, melainkan dari keberanian menembus berbagai ketidakmungkinan.
“Di balik setiap kesulitan, selalu ada peluang besar bagi mereka yang tidak menyerah,” tuturnya.
Nilai berikutnya adalah “Bandel”, yakni memiliki ketangguhan, tidak mudah patah semangat, serta mampu bangkit berulang kali setelah mengalami kegagalan.
Ia menegaskan bahwa jatuh bukan akhir perjuangan dan kegagalan bukan alasan untuk berhenti melangkah.
Menurutnya, seorang pejuang sejati akan ditempa oleh luka, diuji oleh kegagalan, dan dibesarkan oleh kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Prof. Ihsanul In’am juga menjelaskan bahwa apabila empat kekuatan tersebut telah menyatu dalam diri seseorang, maka ia tidak akan menjadi “Dedel”, yakni pribadi yang kehilangan arah, lemah pendirian, dan kalah oleh kehidupannya sendiri.
Ia menegaskan bahwa orang yang memiliki kompetensi, ketauhidan yang kuat, keberanian bertindak, dan ketahanan menghadapi ujian akan selalu menemukan jalan untuk menaklukkan masa depan.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa para lulusan Karangasem dipersiapkan bukan untuk menjadi penonton zaman, melainkan generasi yang mampu bertarung, bertahan, dan memenangkan kehidupan dengan bekal ilmu, iman, serta keberanian.





0 Tanggapan
Empty Comments