Ada yang berbeda dan istimewa dalam acara Milad ke-109 Aisyiyah yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 2 Genteng Minggu (31/05/2026).
Jalannya seluruh rangkaian acara besar yang terhadiri oleh seluruh pimpinan dan warga Aisyiyah se-Kabupaten Banyuwangi tersebut terasa jauh lebih syahdu dan megah.
Hal tersebut berkat kehadiran tim gamelan ekstrakurikuler panjak tradisional, Models Budoyo, yang dikirimkan khusus oleh SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models).
Suguhkan Live Gamelan
Umumnya, acara formal berskala daerah diiringi oleh musik digital atau sound system modern. Namun dalam momentum bersejarah ini, SMK Models mengambil peran krusial dengan menyuguhkan penampilan live gamelan tradisional di sepanjang kegiatan.
Alunan instrumen gamelan tradisional kedaerahan yang dimainkan oleh tim Models Budoyo ini sukses mengiringi setiap jengkal prosesi milad. Menjadikannya sebuah simfoni indah yang menyatukan semangat syiar Islam dan kelestarian budaya lokal di bumi Blambangan.
Menjadi pengiring utama dalam acara besar tingkat kabupaten tentu bukanlah perkara mudah. Diperlukan konsentrasi dan fokus yang tinggi agar ritme musik tetap seirama dengan dinamika jalannya susunan acara di hadapan ratusan pimpinan dan kader Aisyiyah se-Banyuwangi.
Namun, bagi tim Models Budoyo yang beranggotakan siswa kelas X dan XI ini, tugas mengawal jalannya kegiatan besar tersebut berhasil diselesaikan dengan sangat mulus.
Pembina Ekstrakurikuler sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMK Models, Andi Suwardi, mengungkapkan bahwa sekolah sengaja menerjunkan tim terbaiknya ini karena mereka memang sudah berstatus profesional di lapangan.
“Anak-anak ini jam terbangnya sudah sangat tinggi di masyarakat. Mereka biasa tampil di berbagai acara hajatan hingga tergabung dalam komunitas seni budaya” terang Andi.
“Jadi, meskipun tanpa persiapan khusus untuk acara hari ini, mereka langsung bisa menyatu dengan alur kegiatan dan menjaga keselarasan musik di setiap momen krusial milad tingkat kabupaten ini dengan sangat aman” jelasnya.
Kontribusi Identitas
Kemampuan para siswa SMK Models dalam mengawal jalannya acara dari awal hingga akhir tanpa ada kesalahan ritme sedikit pun menjadi bukti nyata bahwa jargon “SMK Models Hebat” bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah kualitas yang terbukti nyata di lapangan.
Dengan mengirimkan tim Models Budoyo sebagai pengiring utama sepanjang kegiatan, SMK Models tidak hanya sekadar berpartisipasi. Tetapi juga memberikan kontribusi identitas yang sangat kuat bagi kesuksesan Milad ke-109 Aisyiyah se-Kabupaten Banyuwangi.
Langkah ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa sistem pendidikan di SMK Models sangat seimbang.
Sekolah tidak hanya fokus mendidik siswa agar ahli di bidang teknologi dan kejuruan modern, melainkan juga sangat serius dalam memfasilitasi bakat seni serta merawat akar budaya nusantara agar tidak punah.
“Kami akan terus berupaya menggali potensi anak-anak agar regenerasi seni budaya ini tidak luntur, bahkan bisa semakin berkualitas. SMK Models selalu menghargai dan mengapresiasi penuh bakat minat anak-anak” tambah Andi.
Melalui ketukan saron dan gemuruh gong yang sukses mengiringi jalannya Milad Aisyiyah ke-109 kali ini, SMK Models tidak hanya menghidupkan seni tradisional di tengah era modern.
Lebih dari itu, penampilan Models Budoyo mengukuhkan citra SMK Models sebagai sekolah vokasi yang siap mencetak generasi. Tak sekadar unggul dan melek teknologi, tetapi juga religius dan setia merawat akar budaya bangsanya.





0 Tanggapan
Empty Comments