Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Larangan Merajuk dan Ikhtiar Pencegahannya

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Larangan Merajuk dan Ikhtiar Pencegahannya
Merajuk ini termasuk penyakit hati, karena mendiamkan orang, memboikot, menunjukkan diri tidak senang karena kesal, emosi, kecewa, marah dan jengkel. Foto: Peggy Marco/pixabay.
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Allah Azza Wa Jalla telah melarang dan mengharamkan membunuh orang dan dosanya sedemikian besar. (QS. Al Maidah:32, Al Isra:33, An Nisa:93).

Ketiga, sikap buruk di bawah ini

Merajuk juga dilarang dan berdosa bila terjadi hal-hal, berkaitan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di bawah ini.

“Anas -raḍiyallāhu ‘anhu- berkata, Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Janganlah kalian saling memutus hubungan, jangan saling membelakangi, jangan saling membenci, dan jangan saling mendengki. Tetapi jadilah hamba- hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya seagama lebih dari tiga hari.” (Muttafaq ‘Alaih).

Merajuk yang juga dilarang sebagai berikut:

1. Membuat putus hubungan (silaturrahim).

Memutus hubungan silaturrahim ini merupakan perbuatan orang fasik. (QS. Al Baqarah:27, Muhammad:22).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menegaskan, “Rahim menggantung di ‘Arsy, dia berkata, “Siapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan denganNya. Siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan denganNya.” (HR. Muslim)

2. Saling membenci.

Saling membenci, apalagi sampai bermusuhan, juga secara tegas dilarang dan berdosa. Hal ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

“Abu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu telah meriwayatkan bahwa Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diberikanlah ampunan untuk setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah sedikit pun, kecuali seseorang yang memiliki permusuhan dengan saudaranya. Lalu dikatakan, ‘Tangguhkan pengampunan pada dua orang ini sampai keduanya berdamai! Tangguhkan pengampunan pada dua orang ini sampai keduanya berdamai”. (HR. Muslim).

3. Saling mendengki.

Sikap saling mendengki ini juga dilarang dan berdosa, berkaitan pula dengan merajuk. Sikap ini benar-benar termasuk penyakit hati yang cukup berat, sebagaimana dengkinya kaum Yahudi dan Nasrani pada umat Islam. (QS. Al Baqarah:109, An Nisa:54).
Larangan dengki dan mendengki pada orang lain juga disebutkan di dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud No. 4257 / No. 4903)

4. Memboikot.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Sikap memboikot (mengucilkan) kepada saudaranya sesama muslim atau dengan orang lain juga termasuk merajuk yang dilarang dan berdosa. Sesuai tuntunan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk memboikot (tidak menyapa atau mendiamkan) saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari no. 6237 dan Muslim no. 2560).

5. Tidak Saling Minta Maaf

Merajuk juga termasuk tidak mau saling minta maaf setelah saling memboikot. Hal ini termasuk larangan dan dosa. Pelakunya tidak bisa masuk ke dalam sorga selamanya. Sesuai pesan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

“Jika kedua (orang yang bertikai) tersebut meninggal dalam keadaan memutuskan hubungan (memboikot) mereka berdua (belum saling meminta maaf), maka keduanya tidak akan masuk surga selamanya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad. Lihat Al-Irwa’, 7: 95, dan Ash- Shahihah no. 1246.).

6. Mendiamkan karena tinggalkan jihad
Perilaku mendiamkan, memboikot, tidak menegur dan menjauhi yang diperbolehkan, jika tujuannya adalah untuk kebaikan agama serta memberikan efek jera atau edukasi kepada orang yang telah berbuat maksiat atau melakukan dosa dan kezaliman, agar mereka sadar dan segera mau bertobat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya pernah mendiamkan Kaab bin Malik dan dua sahabat lainnya selama 50 hari.

Karena mereka mangkir dari Perang Tabuk tanpa uzur yang sah. Mereka baru bisa ditegur sapa setelah taubatnya diterima Allah Azza Wa Jalla. (QS. At-Taubah:117-118).

Peristiwa itu dijelaskan dalam sebuah hadits, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang kaum muslimin untuk berbicara dengan kami bertiga (Ka’ab bin Malik, Murarah bin ar-Rabi’, dan Hilal bin Umayyah) di antara orang-orang yang tidak ikut berperang. Ka’ab berkata: ‘Maka orang-orang pun menjauhi kami’.” (HR. Bukhari No. 4418 dan Muslim No. 2769),

Pencegahan Penyakit Merajuk

Merajuk yang dilarang dan termasuk penyakit hati ini perlu ada pencegahan, agar orang-orang berusaha tidak melakukannya.

Selain itu penyakit hati ini diharapkan dapat disembuhkan agar tidak menjadi bertambah parah.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 30/10/2026 20:41
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu