Beberapa cara pencegahan yang baik serta dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:
Pertama, tanamkan ikhlas dan lapang dada
Keikhlasan dan sikap lapang dada pada perlu ditanamkan pada diri seseorang sebagai ikhtiar untuk melakukan pencegahan penyakit merajuk, agar tidak bersemi dalam hatinya.
Tentang pentingnya keikhlasan serta lapang dada ini telah diajarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam firman Nya.
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran:134)
Kedua, usaha mendamaikannya
Pencegahan lainnya, terutama bila penyakit merajuk sudah terjadi dan berdampak pula pada hubungan antar manusia, maka perlu dilakukan langkah-langkah positif.
Antara lain dengan cara mendamaikannya, agar hal itu dapat diselesaikan dengan baik. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurat:10).
Ketiga, perkuat silaturrahim.
Hubungan atau silaturrahim yang terputus akibat sikap merajuk itu haruslah cepat-cepat dipulihkan.
Pemulihannya ini dapat dilakukan dengan menyambung kembali dan memperkuat silaturrahim di antara kedua belah pihak yang telah terputus. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla.
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisa:1).
Keempat, sapa dan salam.
Budaya menyapa dan memberikan salam itu dapat pula dijadikan sarana pencegahan timbul nya penyakit hati karena merajuk, terutama yang berkaitan dengan sikap memutuskan hubungan.
Karena itu setiap muslim berusaha saling hormat menghormati dengan menyapa dan menyalami sesama, sehingga dapat mencegah dari sikap merajuk.
Sebagaimana diperintahkan oleh Allah Azza Wa Jalla dalam firman Nya.
“Apabila kamu dihormati dengan suatu salam, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisa:86).
Kelima, perbanyak doa kepada Allah
Pencegahan merajuk juga dapat dilakukan dengan memperbanyak doa kepada Allah Azza Wa Jalla.
Sebab doa itu ampuh untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hal-hal buruk pada diri manusia, termasuk mencegah agar hidup tidak terus menerus merajuk.
Doanya langsung Allah Azza Wa Jalla yang mengajarkan. Sebagaimana disebutkan dalam firman Nya sebagai berikut:
“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian/rasa kesal (ghill) dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hasyr:10).
Keenam, banyak istighfar dan bertaubat
Istighfar dan bertaubat juga dapat digunakan untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit merajuk. Karena merajuk itu termasuk perbuatan dosa.
Maka agar Allah Azza Wa Jalla Yang Maha Pengampun dapat mengampuni, maka lakukan istighfar dan bertaubat sebanyak-banyaknya. Sesuai firman Nya.
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan (istighfar) atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa- dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan salahnya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran:135).
Ketujuh, taqwa dan tawakal pada Allah
Pencegahan terhadap penyakit merajuk juga dapat dilakukan dengan meningkatkan taqwa dan tawakal kepada Allah Azza Wa Jalla. Sebab taqwa dan tawakal akan memberikan jalan keluar dan cara pencegahannya dengan baik. Sesuai firman Nya.
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan. (QS. At Talaq:2-3).






0 Tanggapan
Empty Comments