Seragam loreng dan barisan tegap menjadi ciri khas Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Namun, di balik identitas tersebut terdapat sejarah panjang perjalanan kader muda Muhammadiyah, dari kelahirannya pada 1965 hingga kiprahnya dalam bidang kemanusiaan dan sosial.
Semangat tersebut kembali terlihat dalam Latihan Gabungan (Latgab) dan Fun Camp KOKAM Lamongan yang digelar Sabtu–Ahad (3–4/10/2026) di Lapangan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Lamongan.
Kegiatan yang diinisiasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Markas Daerah KOKAM Lamongan ini mengusung tema “KOKAM Tangguh Menjaga Persatuan, Membangun Peradaban Bangsa”. Kegiatan diikuti kader KOKAM dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Lamongan.
Wakil Ketua PDM Lamongan Drs. Fathur Rohim Syuhudi, SE., MM., saat membuka kegiatan mengingatkan bahwa KOKAM bukan sekadar barisan berseragam. Menurutnya, terdapat nilai sejarah, ideologi, kedisiplinan, pengabdian, dan tanggung jawab kader terhadap persyarikatan dan bangsa.
“Awalnya KOKAM didirikan untuk menghadapi PKI pada 1965. Setelah ‘lawan’ tidak ada, KOKAM kembali ke barak, yakni Muhammadiyah. Tugas dan fungsinya kemudian bergeser, terutama dalam bidang kemanusiaan, kebencanaan, dan sosial,” terang Rohim.
Ia juga menceritakan keterlibatannya dalam perjalanan KOKAM Lamongan. Sekitar 2001, geliat KOKAM kembali menguat di Lamongan. Saat itu, Bupati Lamongan Masfuk memberikan dukungan berupa 100 seragam KOKAM. Pada 2002, Rohim yang ketika itu menjadi Ketua PDPM Lamongan juga mengemban amanah sebagai Satgas KOKAM.
Seragam dan Nilai Kader
Menurut Rohim, seragam loreng KOKAM bukan sekadar pakaian organisasi, tetapi menjadi simbol kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pengabdian. Karena itu, kader KOKAM tidak cukup hanya memiliki ketangguhan fisik.
Ia mengingatkan peserta agar kekuatan fisik berjalan bersama keteguhan iman dan ibadah. Aktivitas organisasi, katanya, tidak boleh membuat kader meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT, termasuk shalat lima waktu berjamaah.
“Pegang HP untuk murojaah,” pesannya kepada peserta.
Sementara itu, Ketua PDPM Lamongan Khusnul Abid menjelaskan bahwa Latgab dan Fun Camp menjadi bagian dari peringatan Milad KOKAM ke-61 tahun 2026. Peserta sengaja dibatasi agar kegiatan lebih fokus pada kader yang nantinya dapat menjadi pembina di daerah masing-masing.
“Kegiatan ini bukan hanya latihan dan peningkatan kemampuan, tetapi juga mengenalkan kembali sejarah KOKAM kepada generasi muda Muhammadiyah,” ujarnya.
Latgab tersebut menjadi ruang kaderisasi sekaligus refleksi perjalanan KOKAM. Dari sejarah perjuangan pada masa awal kelahirannya hingga pengabdian kemanusiaan saat ini, semangat kesiapsiagaan terus dijaga agar KOKAM mampu hadir ketika persyarikatan dan masyarakat membutuhkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments