Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Tim SRC Jatim Apresiasi Spemma Surabaya, Budaya Religius Dinilai Melampaui Portofolio

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Tim SRC Jatim Apresiasi Spemma Surabaya, Budaya Religius Dinilai Melampaui Portofolio
Tim SRC Jawa Timur mengapresiasi budaya religius SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang dinilai melampaui ekspektasi dokumen portofolio saat visitasi (Yudha/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Budaya religius SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) mendapat apresiasi dari tim penilai School Religious Culture (SRC) Tingkat Provinsi Jawa Timur. Saat melakukan visitasi tahap II, tim menilai kondisi nyata di sekolah tersebut melampaui ekspektasi yang tergambar dalam dokumen portofolio.

Visitasi berlangsung di lingkungan Spemma pada Rabu (4/11/2026). Kedatangan tim penilai disambut Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Misbach Noehruddin, S.Si., MM., bersama jajaran guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan siswa.

Penilaian dipimpin Syamsul Arif, S.Ag., M.Pd.I., selaku visitor tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam proses tersebut, tim melakukan verifikasi dokumen, wawancara, serta peninjauan langsung terhadap penerapan budaya religius di lingkungan sekolah.

SRC Bukan Sekadar Kompetisi

Program School Religious Culture (SRC) merupakan upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan pembiasaan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Dalam sambutannya, Syamsul Arif menegaskan bahwa keberhasilan SRC tidak dapat dibebankan hanya kepada guru agama. Menurutnya, seluruh warga sekolah perlu terlibat dalam membangun budaya religius.

“SRC itu adalah sebuah tim. Tidak mungkin sukses jika dilakukan oleh salah satu guru agama saja, harus semua. Karena sejatinya tujuan SRC adalah menyentuh tujuan utama pendidikan nasional, yakni mewujudkan insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa SRC tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperoleh penghargaan. Lebih dari itu, program ini bertujuan melahirkan sekolah yang dapat menjadi rujukan dalam penerapan budaya religius.

“Sehingga nanti yang pemenang 1, 2, 3 bukan sekadar juara, tapi namanya role model yang posisinya lebih tinggi dari juara. Karena nanti ketika jadi role model, itu akan menjadi rujukan tingkat Jawa Timur,” tambah Syamsul.

Dalam kesempatan tersebut, Syamsul juga menyampaikan apresiasi terhadap pendidikan Muhammadiyah. Ia mengawali arahannya dengan seloroh yang mengundang kehangatan suasana.

“Saya ini orang NU, tapi bangga dengan Muhammadiyah, karena bapak saya Muhammadiyah tetapi saya NU, jadi Muhammad-NU,” seloroh Syamsul Arif di hadapan sivitas akademika.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Kondisi Lapangan Melampaui Portofolio

Pada visitasi tahap II, tim penilai mencocokkan dokumen portofolio, baik digital maupun fisik, dengan kondisi nyata di lingkungan sekolah.

Proses penilaian meliputi studi dokumen, wawancara dengan perwakilan guru, orang tua, dan siswa, serta visitasi atau peninjauan lapangan secara langsung.

Melalui tahapan tersebut, tim berupaya memastikan bahwa budaya religius yang ditampilkan dalam portofolio benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.

Setelah melakukan peninjauan, Syamsul Arif mengungkapkan kekagumannya terhadap kesesuaian antara dokumen yang disiapkan dan kondisi faktual di Spemma.

“Ternyata kita jalan di sini kok fotonya pas benar. Kita dalam rangka mencocokkan antara portofolio yang disajikan yang begitu apik, sistematis, dengan hasil yang sebenarnya,” ungkapnya.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Spemma untuk terus memperkuat penerapan budaya religius dalam proses pendidikan.

Melalui visitasi SRC tingkat provinsi ini, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter keagamaan sekaligus mengembangkan praktik budaya religius yang dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 04/11/2026 22:21
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu